Bauran Pembangkitan Listrik di Indonesia

Bagaimana cara menggunakan data:

Grafik 1:

  • Menunjukkan persentase bauran pembangkit listrik di Indonesia.
  • Warna yang lebih dominan menunjukkan tipe pembangkit listrik yang dominan pada tahun tersebut.
  • Filter berdasarkan tipe pembangkit listrik dengan menekan tombol “Filter” dan memilih tipe yang ingin dilihat secara khusus (bisa lebih dari satu tipe).
  • Angka secara detail dapat dilihat saat mengarahkan pointer ke atas garis.

 

Grafik 2:

  • Persentase bauran pembangkit listrik di Indonesia ditunjukkan dengan melihat tren yang berubah dari tahun ke tahun.
  • Tekan icon yang terletak di atas “Sumber” untuk mengulang perhitungan.
  • Tekan tahun pada garis yang terletak di bawah grafik untuk memulai perhitungan dari tahun yang diinginkan.

 

Temuan Utama:

  • Indonesia telah lama mengandalkan bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik. Dalam lima puluh tahun terakhir, sektor listrik Indonesia sudah mengalami banyak perubahan. Setelah krisis minyak pada tahun 1970-an, Indonesia mengurangi produksi listrik berbasis minyak dari 56% pada tahun 1971 menjadi hanya 3% di semester I 2020.
  • Produksi listrik berbasis batubara meningkat dari nol pada tahun 1971 menjadi 64% dari total pembangkitan listrik pada tahun 2020 semester I. Dengan terus menurunnya produksi listrik berbasis BBM, produksi listrik PLTU batubara terus ditingkatkan sehingga menjadikan PLTU batubara sebagai sumber utama listrik di Indonesia. Sementara itu, produksi listrik dari gas tumbuh dari nol di 1971 menjadi 22% di 2009. Produksi listrik berbasis gas dari tahun 2009 hingga 2009 relatif stagnan di kisaran 20-25% sebelum akhirnya menurun menjadi 18% di semester I 2020.
  • Produksi listrik dari PLTA di tahun 1971 – 1976 cukup signifikan yaitu berada di sekitar 40% dari total pembangkitan. Kontribusi PLTA terus menurun di periode-periode berikutnya dan hanya berkontribusi sebesar 8% di semester I 2020. Secara keseluruhan, energi terbarukan hanya berkontribusi sebesar 14% dari total produksi listrik di semester I 2020 dengan pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi mendominasi pembangkitan dari energi terbarukan. Meskipun memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia, energi surya hanya berkontribusi kurang dari 1% dari total produksi listrik di 2020.