Bagaimana cara menggunakan data:

  • Grafik 1 menunjukkan investasi minyak, gas, batubara dan EBTKE dalam kolom dan rasio investasi energi terbarukan dengan bahan bakar fosil dalam garis merah.
  • Grafik 2 menunjukkan investasi bahan bakar fosil.
  • Grafik 3 menunjukkan investasi energi terbarukan
  • Filter data dengan menekan tombol “Filter” dan memilih kategori yang ingin dilihat secara khusus.
  • Angka secara detail dapat dilihat saat mengarahkan pointer ke atas kolom/garis.

 

Temuan Utama:

  • Investasi energi di Indonesia didominasi oleh investasi pada sektor migas (terutama hulu migas), sehingga pergerakan investasi pada sektor ini mempengaruhi pergerakan investasi secara keseluruhan. Setelah tumbuh dengan rata-rata 15%, di tahun 2014 investasi di sektor migas mulai menurun, salah satunya akibat turunnya harga minyak dunia dan lemahnya perekonomian akibat krisis di negara-negara maju. Selain itu, kebijakan pemerintah yang tidak konsisten turut memberikan sinyal negatif bagi investor.
  • Berbeda dengan sektor migas, investasi terhadap batubara cenderung menguat di lima tahun terakhir. Pada tahun 2016-2018, 33% dari total investasi ditujukan untuk investasi di sektor ini. Hal ini dikarenakan Iklim investasi batubara yang relatif kondusif, terlihat dari peningkatan produksi dalam negeri untuk memenuhi permintaan listrik dan peningkatan volume ekspor.
  • Investasi terhadap EBTKE terpaut jauh dibawah sektor lainnya, terutama ditujukan untuk geothermal. Meski relatif meningkat, besar investasi sektor EBTKE pada tiga tahun terakhir rata-rata hanya senilai USD 1,5 miliar/tahun. Profil risiko pengembalian proyek dan tarif yang kurang menarik, skema BOOT, serta terbatasnya insentif finansial dari pemerintah menyebabkan investasi EBTKE dinilai kurang bankable bagi para investor.
  • Investasi bidang energi di Indonesia didominasi oleh investasi hulu minyak dan gas. Namun dalam beberapa tahun terakhir sejak 2014, investasi sektor hulu migas mengalami penurunan paling drastis dibandingkan sektor lainnya dan sedikit perbaikan pada tahun 2018. Hal ini salah satunya disebabkan oleh tren harga minyak dunia yang menurun pada periode tersebut dan sedikit kenaikan pada tahun 2018.
  • Penurunan harga minyak dunia juga menyebabkan penurunan investasi hilir minyak dan gas.