Rasio Elektrifikasi Indonesia

Bagaimana cara menggunakan data:

Grafik 1:

  • Peta menunjukan rasio elektrifikasi per provinsi. Warna biru yang lebih gelap menandakan rasio elektrifikasi yang lebih tinggi daripada provinsi lainnya.
  • Legenda di kiri atas grafik menunjukan angka minimum dan maksimum rasio elektrifikasi per provinsi.
  • Angka secara detail dapat dilihat saat mengarahkan mouse ke atas provinsi.

 

Grafik 2:

  • Rasio elektrifikasi per provinsi dalam grafik kolom.
  • Filter berdasarkan pulau dengan menekan nama pulau yang ada di atas grafik (Grafik 2).
  • Angka secara detail dapat dilihat saat mengarahkan mouse ke atas kolom.

 

Temuan Utama:

  • Data dari Kementerian ESDM menunjukkan rasio elektrifikasi di Indonesia mengalami peningkatan secara pesat dari hanya sebesar 67,2% di tahun 2010 menjadi 98,89% di 2019. Nusa Tenggara Timur menjadi provinsi dengan rasio elektrifikasi terendah di Indonesia yaitu sebesar 85,84%. Meskipun rasio elektrifikasi di Indonesia cukup tinggi, penelitian dari LIPI di tahun 2019 menunjukkan ada sekitar 18% atau 12,2 juta rumah di Indonesia yang masih tergolong miskin energi karena hanya mengkonsumsi kurang dari 32,4 kWh per bulan.
  • Dari rasio elektrifikasi ini, PLN berkontribusi sebesar 95,75%, non PLN sebesar 2,64%, dan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) sebesar 0,5%. Meskipun LTSHE secara nasional hanya berkontribusi sebesar 0,5% pada rasio elektrifikasi, di provinsi Papua LTSHE berkontribusi sekitar 30% pada rasio elektrifikasi Papua yang oleh pemerintah diklaim sudah mencapai 94,31% di 2019.
  • Kementerian ESDM mendefinisikan rasio elektrifikasi sebagai rasio antara rumah berlistrik dengan jumlah rumah di Indonesia berdasarkan data BPS. Sementara itu, rasio desa berlistrik didefinisikan sebagai rasio antara desa yang berlistrik dengan jumlah desa di Indonesia. Dengan definisi ini, maka tidak ada parameter kualitas penyediaan listrik dan kuantitas rumah yang dilistriki dalam satu desa yang diukur di dalam rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik.