Dalam upaya global untuk melawan perubahan iklim, setiap langkah dapat memiliki dampak besar. Salah satu contoh yang dapat dilakukan adalah di lingkungan kerja. Berdasarkan data dari Laporan Pemanasan Global oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sektor bisnis dan industri merupakan penyumbang signifikan terhadap emisi gas rumah kaca, yang menyebabkan perubahan iklim yang merugikan. Emisi yang dihasilkan dari sektor ini tidak lepas dari kegiatan sehari-hari yang dilakukan pegawainya. Banyak kebiasaan yang tanpa disadari dapat menghasilkan emisi dalam jumlah besar, seperti penggunaan kendaraan pribadi ataupun penggunaan listrik secara berlebihan di kantor. 

Untuk mengurangi dampak negatif ini, perlu adanya langkah konkret yang dilakukan pekerja. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi saat kerja:

  • Penggunaan Transportasi Umum

Sektor transportasi menyumbang sekitar 27% emisi Gas Rumah Kaca (GRK) nasional di mana sekitar 90% nya dihasilkan oleh subsektor transportasi darat. Maka dari itu, penggunaan transportasi umum sebagai mode transportasi untuk perjalanan ke kantor adalah langkah praktis yang dapat mengurangi emisi karbon. 

Ketika seorang individu memilih untuk menggunakan bus atau kereta sebagai alternatif mobil pribadi, mereka secara langsung mengurangi jejak karbon mereka. Hal ini karena jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan raya berkurang, yang kemudian juga mengurangi jumlah emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Sebagai ilustrasi hitungan dari jejakkarbonku.id, jika suatu individu berangkat ke kantor dengan jarak 10 km, penggunaan mobil pribadi akan menghasilkan emisi sebesar 2,4 kgCO2, sedangkan penggunaan bus akan menghasilkan emisi sebesar 0,2 kgCO2. Pengurangan ini dapat terjadi karena bus dapat membawa banyak penumpang dalam satu perjalanan, sehingga mengurangi jumlah mobil yang beroperasi secara individu. 

Selain itu, penggunaan transportasi umum juga dapat membantu menghindari kemacetan lalu lintas karena jalannya yang khusus. Hal ini kemudian dapat menghindari bahan bakar dan emisi yang dihasilkan oleh mobil yang terjebak dalam kemacetan.

  • Penghematan Energi di tempat kerja

Di sektor energi, sekitar 40% dari total emisi CO2 digunakan untuk pembangkit listrik. Penggunaan listrik yang berlebihan di kantor seringkali didukung oleh pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil. Proses pembakaran bahan bakar fosil ini menghasilkan emisi gas rumah kaca yang merupakan penyebab utama perubahan iklim. Dengan mengurangi penggunaan listrik di kantor, kita dapat mengurangi kebutuhan energi dari bahan bakar fosil, yang kemudian mengurangi jumlah emisi karbon yang dihasilkan. 

Di kantor, ada berbagai cara untuk menghemat energi yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi jejak karbon. Salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan lampu dan perangkat elektronik. Langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan atau mengurangi penggunaan lampu saat siang hari. Sebagai ilustrasi, menurut perhitungan dari jejakkarbonku.id, sebuah lampu pijar 72 watt dapat menghasilkan emisi 170 kgCO2/tahun jika dinyalakan selama 8 jam per hari. Jika lampu tersebut hanya dinyalakan selama 6 jam per hari, emisi yang dihasilkan berkurang menjadi sekitar 128 kgCO2/tahun. Pengurangan emisi ini tentu akan lebih banyak jika jumlah lampu yang dimatikan lebih banyak juga. Selain itu, mematikan perangkat elektronik seperti komputer, printer, dan peralatan kantor lainnya saat tidak digunakan juga cara yang efektif untuk menghemat energi.  

Selain itu, praktik hemat energi ini juga dapat mengurangi tagihan listrik perusahaan. Penggunaan listrik yang boros dapat menyebabkan pembengkakan pada tagihan listrik dan biaya operasional yang harus dibayar oleh perusahaan. Maka dari itu, inisiatif ini tidak hanya membuat tempat kerja lebih berkelanjutan, tetapi juga memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya global untuk mengurangi emisi karbon. 

  • Mengurangi penggunaan kertas

Mengurangi penggunaan kertas di kantor dapat memiliki dampak yang signifikan pada pengurangan emisi karbon serta dampak lingkungan lainnya. Hal ini karena kita dapat mengurangi kebutuhan akan pembuatan kertas baru dengan kegiatan ini. Industri kertas dikenal sebagai salah satu industri yang paling boros energi, menempati peringkat keempat di dunia. Penggunaan energi yang besar ini dapat memicu penghasilan emisi gas rumah kaca. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mengurangi kebutuhan menebang hutan. Penebangan hutan dapat memicu deforestasi sehingga mengurangi jumlah pohon yang dapat digunakan untuk menyerap emisi karbon. 

Sebagai ilustrasi, total emisi CO2 dari industri kertas diperkirakan sebesar 2.500 MTon (8% dari emisi global), sedangkan total emisi dari IT sebesar 860 MTon (2,7% dari emisi global) setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa emisi yang dihasilkan oleh penggunaan kertas lebih banyak dari penggunaan teknologi. Menanggapi hal ini, kegiatan yang dapat dilakukan di kantor berupa pengalihan dokumen-dokumen yang biasanya dicetak dan disebarkan secara fisik ke format digital, seperti dokumen daring (pdf, word, dsb) yang disebarkan melalui email. Hal ini tidak hanya mengurangi penggunaan kertas, tetapi juga mengurangi konsumsi energi yang terkait dengan pencetakan, pengiriman, dan pengelolaan dokumen fisik. 

Dengan mengurangi permintaan atas kertas, kita dapat menurunkan penggunaan energi dan emisi karbon dari pabrik kertas, sambil membantu menjaga hutan dan kemampuan alaminya dalam menyerap karbon.

  • Membawa botol minum sendiri

Membawa botol minum sendiri adalah langkah sederhana dalam menghemat dan dapat berdampak besar dalam pengurangan emisi karbon dan limbah plastik. Hal ini karena dengan membawa botol minum sendiri, kita mengurangi kebutuhan akan membeli minuman dalam botol plastik atau kemasan sekali pakai. Produksi botol plastik memerlukan bahan baku fosil dan energi yang cukup besar, serta menghasilkan emisi karbon selama proses pembuatan dan transportasi. Perkiraan 1 liter botol air minum dalam kemasan dengan berat sekitar 40 gram dapat menghasilkan sekitar 120 gCO2. Emisi yang dihasilkan tentu akan meningkat dengan jumlah pembelian AMDK yang bertambah juga. Dengan mengurangi permintaan atas botol plastik baru, kita secara langsung mengurangi jejak karbon dari produksi botol plastik.

Kegiatan membawa botol minum sendiri juga membantu mengurangi limbah plastik. Botol plastik adalah salah satu jenis sampah plastik yang paling umum ditemukan di darat dan di lautan, dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam. Dengan menggunakan botol minum yang dapat digunakan berulang kali, kita mengurangi jumlah limbah plastik yang berakhir di tempat pembuangan sampah dan di lingkungan.

  • Membawa bekal makanan sendiri

Membawa bekal sendiri ke kantor merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam upaya pengurangan emisi karbon. Dengan mempersiapkan makanan sendiri, kita dapat mengontrol porsi dan menghindari pemborosan makanan yang sering terjadi saat membeli makanan di luar. Hal ini kemudian dapat mengurangi emisi yang dihasilkan dari pemborosan makanan. Sebagai ilustrasi, emisi dari pemborosan makanan di Amerika setiap tahunnya dapat menghasilkan 170 juta MTCO2e (tidak termasuk emisi dari TPA), yang setara dengan emisi CO2 tahunan yang dihasilkan oleh 42 pembangkit listrik tenaga batu bara.

Selain itu, membawa bekal sendiri dapat mengurangi kebutuhan akan pembungkusan dan kemasan sekali pakai yang biasanya terjadi saat membeli makanan di luar. Kemasan plastik, kertas, atau styrofoam yang digunakan oleh warung makan untuk membungkus makanan seringkali berakhir sebagai limbah yang tidak terurai. Hal ini kemudian dapat meningkatkan pencemaran lingkungan dan emisi karbon terkait dengan proses produksi dan pembuangan sampah.

Selanjutnya, dengan membawa bekal dari rumah, kita dapat mengurangi frekuensi perjalanan yang diperlukan untuk membeli makanan di luar. Perjalanan dengan mobil atau transportasi umum untuk membeli makanan menyebabkan emisi gas buang yang signifikan. Dengan mengurangi frekuensi perjalanan ini, kita secara langsung mengurangi jejak karbon kita.

Melalui langkah-langkah praktis ini, kita dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi melalui kegiatan di tempat kerja masing-masing. Mari bersama-sama berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon kita di kantor dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan perubahan iklim global. Dengan tindakan-tindakan kecil ini, kita dapat menciptakan perubahan besar untuk masa depan yang lebih bersih dan hijau.

Author

Leave a Comment