
Akhir-akhir ini, banyak yang ngeluh soal gas LPG 3 kg makin susah didapat. Sejak regulasi baru melarang pengecer jualan gas subsidi, karena sekarang gas LPG 3 kg cuma bisa dibeli di agen resmi Pertamina. Karena regulasi baru ini, banyak daerah yang mengalami kelangkaan gas LPG 3 kg atau yang biasa kita kenal gas melon ini. Kalaupun ada, antriannya? Jangan ditanya lagi, super super antre. Kompor Listrik
Nah, di tengah situasi ini, banyak orang mulai melirik kompor listrik sebagai alternatif yang menarik. Salah satu solusi yang lagi naik daun adalah kompor listrik. Di artikel ini, kita bakal ngobrolin kenapa kompor listrik bisa jadi pilihan dalam situasi pasokan gas melon yang makin sulit. Siapa tahu, setelah baca ini, kamu jadi tertarik untuk mencoba!
Kenalan Dulu Sama Jenis-Jenis Kompor Listrik
Ternyata, kompor listrik nggak cuma satu jenis, lho! Ada beberapa tipe yang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pertama, ada kompor induksi, si juara hemat energi! Kompor ini masaknya pakai medan elektromagnetik yang langsung memanaskan panci, jadi nggak ada panas yang kebuang. Efisiensinya bisa sampai 85 -90%, jauh lebih irit dibanding kompor gas yang cuma 40%. Masaknya juga lebih cepat, tapi ada satu syarat: cuma bisa pakai panci berbahan besi atau stainless steel yang bisa nempel magnet.

Gambar 1 Kompor listrik induksi
Lalu ada kompor listrik infrared, yang pakai elemen pemanas dari keramik atau halogen. Bedanya, kompor ini bisa dipakai dengan segala jenis panci, jadi lebih fleksibel. Sayangnya, efisiensinya lebih rendah dibanding induksi, sekitar 60-70%, dan permukaan kompornya tetap panas meski udah dimatikan, jadi mesti ekstra hati-hati.

Gambar 2 Kompor listrik infrared
Terakhir, ada kompor listrik coil, alias yang pakai piringan besi berisi elemen pemanas. Ini model paling klasik dan sering dipakai di rumah-rumah zaman dulu. Sayangnya, pemanasan lebih lambat, lebih boros listrik, dan efisiensinya cuma 50-60%. Jadi, kalau mau yang paling hemat dan cepat, kompor induksi masih jadi pilihan terbaik!

Gambar 3 Kompor listrik coil
Lebih Hemat LPG atau Kompor listrik? Yuk, Hitung-Hitungan Dikit!
Banyak yang penasaran, lebih murah mana, LPG 3 kg atau kompor listrik? Apalagi dengan adanya kelangkaan gas melon ini, wajar kalau orang mulai mempertimbangkan opsi lain. Nah, biar nggak cuma asumsi, kita coba hitung bareng, yuk!
Setiap alat masak punya tingkat efisiensi yang berbeda, tergantung seberapa banyak energi yang benar-benar dimanfaatkan buat masak dan seberapa banyak yang kebuang sia-sia.
Dari segi konsumsi energi, kompor induksi lebih unggul dibanding kompor gas. Misalnya, untuk mendidihkan satu liter air, kompor gas dengan daya 2,9 kW/h butuh waktu sekitar 3 menit 56 detik, sedangkan kompor induksi dengan daya 2 kW/h cuma butuh 2 menit 58 detik. Artinya, kompor induksi lebih cepat dan butuh energi lebih sedikit. Semakin lama masak, semakin besar pula selisih efisiensinya.
Dari sisi biaya, kompor listrik induksi ternyata bisa lebih hemat 10-30% dibandingkan kompor gas. Kalau subsidi LPG dicabut, penghematannya bisa sampai 47% per tahun! Gimana bisa? Soalnya, efisiensi panas kompor induksi mencapai 85-90%, sementara kompor gas cuma sekitar 40-50%. Artinya, energi yang dipakai buat masak lebih sedikit, tapi hasilnya tetap maksimal.
IESR juga menghitung kalau satu rumah tangga bisa hemat 1-2 juta rupiah per tahun dengan beralih ke kompor listrik, tergantung dari seberapa sering mereka masak. Jadi, kalau kamu sering masak di rumah, coba deh mulai hitung-hitungan. Kalau selama ini beli 10 tabung LPG 3 kg per bulan (sekitar Rp210.000), dengan kompor induksi biaya listriknya cuma sekitar Rp144.400. Lumayan kan, bisa hemat Rp65.600 per bulan!
Efisiensi panas kompor induksi itu bisa sampai 85-90%, sedangkan kompor gas cuma 40-50%. Artinya, hampir semua energi listrik diubah jadi panas untuk masak, sedangkan di kompor gas, setengah energinya malah terbuang percuma. Makanya, walaupun daya listriknya kelihatan besar, pemakaiannya lebih hemat energi dan lebih cepat panas.
Menariknya, di tengah kondisi seperti ini, pemerintah kasih diskon 50% buat tarif listrik khusus pelanggan dengan daya 2.200 VA ke bawah. Diskon ini berlaku dari Januari sampai Februari 2025 sebagai upaya buat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah naiknya harga kebutuhan pokok. Dengan adanya kebijakan ini, kompor listrik bisa jadi solusi sementara dan pilihan menarik buat memasak yang lebih praktis, efisien, dan aman.
Kalau mau pakai kompor induksi, ada satu hal penting yang harus diperhatikan: nggak semua wajan atau panci bisa dipakai! Kompor induksi butuh peralatan masak yang bisa menghantarkan medan elektromagnetik, jadi teflon atau panci berbahan aluminium biasa nggak akan berfungsi. Biasanya, yang cocok itu yang berbahan stainless steel atau besi dengan dasar magnetik. Jadi, kalau berencana beralih ke kompor induksi, siap-siap ada biaya tambahan buat beli peralatan masak yang sesuai. Selain itu, bentuk kompor induksi juga lebih ramping dan modern dibanding jenis lainnya.

One Comment
Artikel tentang kompor yang bagus