Rumah tangga menggunakan energi untuk berbagai keperluan di antaranya memasak, penerangan, pemanas, pendingin, dan kegiatan rumah tangga lainnya. Rumah tangga perkotaan lebih cenderung mengonsumsi energi modern untuk memasak seperti Liquefied Petroleum Gasses (LPG), minyak tanah, gas alam, bahan bakar terbarukan (seperti energi matahari), dan listrik. Energi listrik dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan penerangan di rumah. Besar konsumsi listrik untuk penerangan sangat di dipengaruhi oleh faktor ekonomi (PDRB/kapita). Diperkirakan, setiap rumah tangga menghabiskan sekitar 5 persen energi mereka untuk penerangan. Lampu merupakan salah satu peralatan listrik di rumah tangga yang umumnya beroperasi bertepatan dengan beban puncak permintaan. Rentang waktu penggunaan lampu pada pukul 5 sore hingga 5 pagi, dengan beban puncak penggunaan lampu pada pukul 7 malam. Sedangkan penggunaan terendah pada siang hari, sekitar pukul 9 pagi hingga 3 sore, ketika penghuni rumah masih di luar untuk bekerja atau bersekolah.

Pencahayaan didefinisikan sebagai jumlah cahaya yang jatuh pada permukaan. Satuannya adalah lux (1 lm/m2), dimana lm adalah lumens atau lux cahaya. Beberapa jenis lampu yang digunakan pada bangunan rumah atau apartemen, adalah:

  • Lampu pijar

Lampu pijar atau lampu bohlam in bekerja dengan cara menyalurkan arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya. Kaca yang menyelubingi filamen panas tersebut menghalangi kontak langsung dengan udara sehingga filamen dapat bertahan lama karena tidak terkena oksidasi. 

  • Lampu Compact Fluorescent Lamp (CFL)

Dalam pengoperasiannya, lampu ini sedikit berbeda dengan lampu pijar yang membutuhkan panas. Sedangkan lampu ini menggunakan aliran listrik agar gas fosfor di dalamnya bisa menyala.

  • Lampu Light Emitting Diode (LED)

Cara kerja LED adalah menghasilkan cahaya dengan cara mengubah energi listrik menjadi energi cahaya (transduser). Dengan cara kerja ini, maka lampu LED dapat langsung memancarkan cahaya secara maksimal, tidak memerlukan waktu pemanasan seperti bohlam, dan juga tidak menimbulkan panas seperti pada bohlam ataupun neon.

Rata-rata harian penggunaan energi untuk penerangan dihitung dengan mencari rata-rata hasil perkalian antara jumlah lampu per rumah tangga (lampu/RT), konsumsi daya (W), dan durasi penggunaan (jam). Penerangan lampu adalah jumlah lampu yang digunakan. Jenis daya lampu yang digunakan, misalnya :

  1. Lampu kamar tidur         : 15,17, 18 Watt
  2. Lampu kamar tamu        : 17,18, 20 Watt
  3. Lampu kamar mandi      : 5,7,9,11 Watt atau sesuai ukuran

Variabel luas bangunan rumah juga berpengaruh terhadap permintaan listrik rumah tangga. Semakin besar rumah maka setiap ruangan dan kamar perlu penerangan yang akan membutuhkan listrik yang mengakibatkan permintaan akan listrik juga meningkat. Rata-rata harian penggunaan energi listrik untuk penerangan dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

Energi = Jumlah lampu per rumah tangga x Daya rata-rata per lampu x Rata-rata lama penggunaan lampu per hari

Mematikan lampu saat tidak diperlukan membantu menghemat listrik dan menurunkan tagihan listrik. Selama jam tidak sibuk (bukan beban puncak), mematikan lampu adalah salah satu cara termudah untuk mengurangi tagihan listrik, memperpanjang umur lampu dan menghindari pergantian lampu yang terlalu sering. Mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan dapat membantu menghemat energi,  mengurangi emisi karbon dan emisi gas rumah kaca (GRK). Selain itu, mematikan lampu akan membantu menurunkan konsumsi sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, yaitu bahan bakar fosil. Selain itu, individu dapat memasang sensor yang secara otomatis mengaktifkan dan menonaktifkan lampu serta meningkatkan kecerahannya.

Leave a Comment