Peralatan rumah tangga menyumbang sekitar sepertiga dari konsumsi listrik sektor rumah tangga. Pembelian peralatan memberi konsumen kesempatan langsung untuk mempengaruhi emisi gas rumah kaca (GRK). Mungkin bagi sebagian besar konsumen ingin membeli peralatan yang menghemat energi dan uang, dan yang ramah lingkungan. Sebagai pemilik rumah, peralatan hemat energi sangat penting untuk membantu menghemat uang dan energi, melindungi lingkungan, dan meningkatkan gaya hidup. Dengan demikian, semakin hemat energi peralatan rumah yang digunakan, semakin rendah tagihan listrik sekaligus melindungi lingkungan dari emisi GRK. Umumnya konsumen menjadi lebih baik secara ekonomi jika mereka membeli model peralatan rumah tangga yang lebih efisien. Manfaat penghematan energi secara ekonomi dan sosial dari penggantian alat yang lebih awal dari biasanya umumnya positif selama konsumen membeli Energy Star® atau alat dengan efisiensi lebih tinggi atau yang memenuhi standar efisiensi energi yang mulai berlaku dalam dua atau tiga tahun ke depan.
Peralatan rumah tangga lain yang sering menjadi momok penggunaan listrik terbesar adalah mesin cuci. Jika sekarang Anda memiliki mesin cuci dua tabung, silahkan beralih ke mesin cuci satu tabung. Mesin cuci satu tabung ada dua jenis, top loading – posisi tutup di atas dan front loading – posisi tutup di depan. Mesin cuci satu tabung menghemat energi karena proses pembilasannya yang lebih singkat dibandingkan mesin cuci dua tabung.
Selanjutnya adalah televisi (TV). Sebelumnya TV dikenal sebagai TV tabung karena Gambar yang dihasilkan pada berasal dari katoda tabung yang dipanaskan pada saat TV menyala dan memicu penembakan elektron dari balik tabung menuju ke phosphor yang terletak di layar (bagian depan). Ketika elektron tersebut mengenai phosphor, hal ini akan menyebabkan layar monitor TV menyala. TV plasma merupakan perkembangan teknologi yang paling awal pada TV tipis dengan resolusi tinggi. Nama “plasma” ini sendiri pada dasarnya disesuaikan dengan prinsip kerjanya, yakni menggunakan plasma (sejenis gas yang dapat memisahkan elektron dari inti atom) untuk memproduksi gambar pada TV. Secara lebih rinci, arus listrik yang masuk akan menghasilkan elektron yang akan bereaksi dengan molekul air raksa (mercury) dan menghasilkan sinar ultraviolet (UV). TV tabung lebih berat dibanding TV plasma, tetapi keduanya membutuhkan daya listrik yang cukup besar sehingga masyarakat mulai beralih ke TV modern seperti TV LCD dan TV LED.
LCD (Liquid Crystal Display) TV adalah teknologi pada TV yang menggunakan liquid crystal technology untuk memproduksi gambar, umumnya seperti yang terdapat pada monitor PC yang beredar di pasaran saat ini. TV dengan jenis ini memiliki keunggulan dari segi ukuran. Selain itu, TV ini sudah memiliki teknologi anti-glare (tanpa bayangan), warna yang lebih realistis, low-radiation. Jika dibandingkan dengan jenis TV lainnya, LCD TV akan menghasilkan kualitas gambar dan kontras yang kurang baik apabila dilihat dari sudut yang lebih lebar. Selain itu, tingkat refresh rate dan response time yang rendah menyebabkan TV ini menghasilkan gambar yang sedikit lebih lambat bila dibandingkan dengan TV lainnya.
Teknologi TV terbaru yang hemat listrik adalah TV LED. TV jenis ini menggunakan LED Backlight yang menyesuaikan kebutuhan pencahayaan sehingga warna yang muncul memiliki variasi (range) yang lebih beragam. Karena ukuran lampu LED yang jauh lebih kecil daripada lampu neon, memungkinkan produsen LED TV untuk membuat TV dengan ukuran yang jauh lebih tipis daripada LCD TV (sekitar 1.18 inch). TV LED lebih unggul karena memiliki tingkat ketajaman gambar dan gradasi yang setara LCD TV, lebar sudut pandang yang setara Plasma TV, dan pengaturan gerak (motion-handling) yang melebihi TV Tabung. Selain itu, LED TV dapat dikatakan jauh lebih unggul dibandingkan LCD TV biasa dilihat dari tingkat kontrasnya yang sangat tinggi (1,000,000 : 1), konsumsi listrik yang jauh lebih rendah, dan lebih ramah lingkungan.
Pompa air di rumah penting untuk mengamankan pasokan kebutuhan air bersih. Pompa menyedot air dari bawah tanah dan biasanya disimpan ke tangki penampungan air (toren). Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan listrik oleh pompa setiap kali penghuni ini menggunakan air. Pompa yang ada dipasaran saat ini sudah diklaim hemat energi. Supaya lebih menghemat listrik, penghuni rumah dapat melengkapi pompanya dengan alat otomatis. Sehingga, begitu air yang disedot sudah penuh di dalam toren, maka secara kerja pompa berhenti secara otomatis.
Setrika memiliki dua jenis yang tersebar di pasaran, setrika kering dan setrika uap. Setrika kering merupakan jenis setrika yang pada umumnya menggunakan kabel listrik dan biasanya memerlukan tambahan pelicin dan pelembut pakaian yang disemprotkan selama menyetrika. Ada pula jenis setrika uap yang merupakan jenis setrika yang dioperasikan dengan listrik dan semprotan air sehingga menghasilkan uap selama proses menyetrika. Proses penyetrikaan menggunakan setrika uap bisa memakan watt yang sangat banyak. Kedua jenis setrika ini banyak dijumpai di masyarakat. Meskipun kini sudah banyak setrika uap dengan watt rendah dijual, tetap dayanya masih lebih tinggi dibandingkan setrika biasa.
Peralatan elektronik menimbulkan emisi tidak langsung dari penggunaan listrik PLN, berbeda dengan kompor gas yang dapat menghasilkan emisi langsung di rumah Anda. Anda dapat beralih menggunakan kompor induksi karena efisiensinya yang lebih besar dan tidak ada emisi langsung saat Anda memasak.
