Ciptarasa Lestari Camp merupakan salah satu inisiatif yang diselenggarakan oleh Kelompok Ciptarasa Lestari (CITARI) sebagai ruang pembelajaran, kolaborasi, dan aksi nyata di Kampung Adat Ciptarasa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

Pembentukan CITARI sendiri merupakan bagian penting dalam implementasi program Sustainable Emission Reduction Initiative (SERI) Ciptarasa, yang menekankan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas. Dalam konteks ini, CITARI berperan sebagai penggerak lokal yang menjembatani berbagai kegiatan program, mulai dari pelibatan masyarakat, penguatan kapasitas, hingga pengelolaan potensi kampung adat secara mandiri. Dengan adanya CITARI, pelaksanaan program SERI tidak hanya bersifat eksternal, tetapi tumbuh dari inisiatif dan partisipasi aktif masyarakat itu sendiri.

Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta yang terlibat langsung dalam berbagai aktivitas bersama masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, peserta tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga ikut merasakan dan terlibat dalam dinamika kehidupan kampung adat, mulai dari kegiatan lingkungan, sosial, hingga ekonomi.

Lebih dari sekadar kegiatan, Ciptarasa Lestari Camp dirancang sebagai uji coba pengembangan ekowisata berbasis komunitas dengan konsep live-in. Peserta tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga tercipta pengalaman yang autentik sekaligus menjadi ruang pembelajaran bersama. Pendekatan ini juga mendorong pelibatan aktif berbagai aktor lokal, mulai dari masyarakat, pengelola, pelaku usaha, hingga tokoh adat.

Dalam pelaksanaannya, CITARI mengintegrasikan tiga elemen utama, yaitu budaya, alam, dan transisi energi sebagai fondasi kegiatan. Salah satu bentuk implementasinya adalah melalui aktivitas sosial dan budaya, serta pembelajaran energi terbarukan melalui visitasi ke Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang menjadi bagian penting dalam mendukung pemahaman peserta terhadap praktik keberlanjutan di tingkat lokal.

Salah satu capaian utama dalam kegiatan ini adalah kontribusi terhadap pelestarian lingkungan melalui adopsi 98 pohon, yang terdiri dari tanaman kayu seperti raksamala, puspa, manglid, dan tisuk, serta tanaman produktif seperti kopi dan durian. Inisiatif ini tidak hanya memberikan dampak ekologis, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran lintas aktor, di mana terjadi pertukaran pengetahuan antara peserta, masyarakat, dan mitra yang terlibat. Hal ini mendorong terbentuknya pemahaman yang lebih komprehensif terkait pengelolaan lingkungan, energi terbarukan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Salah satu peserta, Nursita Aisyah menyampaikan kesannya secara langsung, “acaranya sangat berkesan, aku banyak banget dapet ilmu pertanian, ilmu owa jawa, dan dapet temen baru. Pokoknya seru banget, semoga bisa kesini lagi”. Peserta lainpun, Ashab dari Bandung menyampaikan harapannya untuk kelompok Citari, “Semoga anak muda disini bisa berporses lebih jauh lagi”.

Melalui pendekatan community-led, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi aktor utama dalam setiap proses, sehingga program yang dijalankan lebih relevan dan berkelanjutan. Dengan berbagai rangkaian kegiatan dan dampak yang dihasilkan, Ciptarasa Lestari Camp menjadi langkah awal dalam membangun model ekowisata berbasis komunitas yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan, tetapi juga pada pembelajaran, pemberdayaan, dan keberlanjutan.

Author

Leave a Comment