Cara Menggunakan Data:
- Filter data dengan menekan tombol “Filter” dan memilih kategori yang ingin dilihat secara khusus (Grafik 1). Tekan tombol “Semua Tahun” dan pilih tahun yang ingin dilihat secara khusus (Grafik 1)
- Angka secara detail dapat dilihat saat mengarahkan pointer ke atas kolom/garis (Grafik 1).
- Batang menunjukan Emisi GRK Nasional dari tahun ke tahun (Grafik 1).
- Tekan icon yang terletak di atas “Sumber” untuk mengulang perhitungan (Grafik 2).
- Tekan tahun pada garis yang terletak di bawah grafik untuk memulai perhitungan dari tahun yang diinginkan (Grafik 2).
Penjelasan Grafik
Secara umum, sektor yang paling banyak menyumbang emisi GRK adalah sektor energi dengan tren meningkat setiap tahunnya hingga mencapai 638,808 gg CO2e di tahun 2019. Namun, kemungkinan sektor energi akan mengalami penurunan pada tahun 2020 dikarenakan Covid-19 yang membatasi mobilitas masyarakat sehingga emisi GRK dari kendaraan di sektor energi pun turun.
Kemudian, terjadi lonjakan emisi GRK dari sektor kebakaran gambut pada tahun 2006, 2009, 2014, dan 2015 dimana di tahun-tahun tersebut terjadi fenomena El Nino. El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur di Indonesia yang membuat lahan gambut kering dan mudah terbakar. Pada tahun 2015 telah terjadi karhutla hebat, sebanyak 33% atau 869.754 hektar dari total cakupan karhutla terjadi di lahan gambut dan menyumbang emisi karbon sebesar 822,736 Gg CO2e.
2001,2002, 2003 emisi FOLU mencapai angka minus dikarenakan emisi GRK yang diserap oleh hutan lebih banyak daripada emisi GRK yang dihasilkan dari aktivitas sektor FOLU.
