GEN-B Jakarta Selatan Tanamkan Semangat Pengurangan Emisi Karbon di Kota Paling Berpolusi se-Asia Tenggara 2023.

Sampaikan Cerita Energi Terbarukan sambil Donasi Tanaman Lidah Mertua bersama anak – anak TBM Kolong, Minggu, 24 Maret 2024. Generasi Energi Bersih Jakarta Selatan bersama Negeri Kami dan juga Taman Baca Masyarakat (TBM) Kolong menyampaikan dongeng dengan tema “Kami Generasi Bersih: Petualangan Bersama Kurangi Emisi”. Dihadiri 130 orang yakni 80 anak-anak dan 50 orang dewasa.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat setempat terutama anak-anak sebagai generasi masa depan yang nantinya akan terlibat langsung dalam fase transisi energi di Indonesia termasuk Tangerang Selatan.

Hal ini tidak terlepas dari hasil laporan perusahaan teknologi asal Swiss IQAir yang rilis pada 19 Maret 2024 lalu terkait pemantauan kualitas udara dunia di tahun 2023. Untuk laporan tahun ini, data dari lebih 30.000 stasiun pemantauan kualitas udara di 7.812 lokasi yang tersebar di 134 negara dan wilayah yang dianalisis oleh para ilmuwan kualitas udara IQAir. Pada laporan tersebut, Indonesia menjadi negara paling berpolusi di Asia Tenggara dengan Tangerang Selatan sebagai kota paling berpolusi mencapai angka PM2,5 tahunan 14 kali melampaui standar pedoman WHO yaitu mencapai 71,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Hal ini membuat kualitas udara di Tangerang Selatan lebih buruk dari kota Jakarta dengan angka 43,8 µg/m³.

Para Pengurus Generasi Energi Bersih Jakarta Selatan menyumbangkan Tanaman Lidah Mertua ke Pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) Kolong Tangerang Selatan sebagai upaya pengurangan 5.8kg emisi CO2eq/ tahunnya.  

Selain Tangerang Selatan yang berada di peringkat pertama, tiga kota di Indonesia paling berpolusi lainnya yaitu Tangerang yang berada di peringkat ke-3 dengan angka 54,1 µg/m³, Kota Bekasi yang berada di peringkat ke-7 dengan angka 49,9 µg/m³ dan Kota Jakarta di peringkat ke-9 dengan angka 43.3 µg/m³. Dengan artian, empat kota di Indonesia berada dalam 10 besar sebagai kota paling berpolusi di Asia Tenggara.              

Ketua Generasi Energi Bersih Indonesia, May Lynn menyerahkan secara simbolis Tanaman Lidah Mertua kepada Pengelola Taman Baca Masyarakat Kolong, Tangerang Selatan.       

Dengan demikian, bahwa perlu adanya edukasi dengan kegiatan yang menyenangkan seperti mendongeng untuk memupuk semangat pengurangan emisi di tingkat masyarakat umum. Pada kegiatan ini juga, Generasi Energi Bersih Jakarta Selatan mendonasikan tanaman Lidah Mertua sebayak 10 Pot Tanaman dengan jumlah potensi pengurangan emisi 5.8 Kg CO2eq / tahun untuk 10 daun lidah mertua disetiap pot panjang. Pada Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembacaan dongeng dan games seputar Energi Bersih demi tersampaikannya edukasi transisi energi kepada anak-anak.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan minat baca dan belajar pada anak-anak, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya pengurangan emisi untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi generasi mendatang.” Ungkap Maya Lynn, Ketua Generasi Energi Bersih Indonesia, dalam kegiatan “Kami Generasi Bersih: Petualangan Bersama Kurangi Emisi.”

Sebagai kesimpulan, dengan sudah adanya data yang diterbitkan oleh para ahli maka perlu adanya tindakan dari kita sebagai generasi penerus bangsa untuk memberikan edukasi serta memulai aksi dalam pengurangan emisi di negeri kita. Langkah sederhana yang bisa kita lakukan terkait pengurangan emisi ini adalah seperti memberikan edukasi kepada anak-anak sampai remaja melalui kegiatan atau mainan yang berkaitan dengan sumber energi terbarukan. 

Leave a Comment