I Gusti Ngurah Made Wiratama atau akrab dipanggil Rahde Wiratama/ Ngurah. Saya mengawali karir sejak 2010 menjadi seorang guru. Tahun 2013 saya mulai tertarik dengan dunia lingkungan dan melanjutkan studi Magister pada Program Studi Ilmu Lingkungan. Sebagai seorang guru dan juga mahasiswa, saya mulai mengenal banyak isu-isu lingkungan dan ikut terlibat dalam banyak kegiatan lingkungan. Kegiatan-kegiatan tersebut seperti penelitian dan terlibat dalam konsultan lingkungan.
Pada tahun 2019, saya melanjutkan karir menjadi seorang Dosen. Fokus utama dalam kegiatan sehari-hari adalah Tridharma (pendidikan, penelitian, dan pengabdian). Saya sangat tertarik dengan Ekonomi Lingkungan, Climate Change, dan Manajemen Lingkungan. Penelitian dan pengabdian saya banyak terkonsentrasi sampah pura dan saat ini sedang banyak belajar tentang emisi karbon.
Kegiatan tambahan saya saat ini adalah menjadi Ketua komunitas Generasi Energi Bersih Bali. Sebuah komunitas yang mengajak generasi untuk peduli dengan lingkungan melalui kegiatan pengurangan emisi. Komunitas ini merupakan bagian dari IESR (Institute for Essential Services Reform) sebuah organisasi yang mendorong transformasi menuju sistem energi berkelanjutan dengan melakukan advokasi kebijakan publik yang bertumpu pada kajian berbasis data dan saintifik, melakukan asistensi dan pengembangan kapasitas, serta membangun kemitraan strategis dengan aktor-aktor non-pemerintah. Saya menjadi bagian dari komunitas ini bertujuan untuk memperdalam ilmu tentang transisi energi baru terbarukan. Melalui transisi energi kita dapat menjadi bagian dari perubahan untuk kondisi lingkungan yang lebih baik.
Ketut De Dewantara atau akrab disapa (dewan) mengelola kegiatan penanaman pohon dan pembuatan lubang biopori yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon yang terjadi pada saat ini khususnya pada wilayah Bali. Dalam mewujudkan Bali Zero Emisi tahun 2045, kegiatan ini didukung oleh pihak IESR dan juga Generasi Energi Bersih dalam melakukan pengurangan emisi karbon di indonesia.
Sejak tahun 2023, dewan telah terlibat aktif sebagai Duta Jejakkarbonku yang telah mampu melaksanakan kegiatannya dalam penanaman pohon dan pembuatan lubang biopori pada salah satu sekolah di Bali (SMK NEGERI BALI MANDARA). Dewan juga aktif dalam mendorong pengurangan Emisi dengan melakukan sosialisasi mengenai dampak dari adanya Emisi Karbon, cara mengatasinya dan juga memperkenalkan web yang berisi kalkulator menghitung Emisi yang telah ditimbulkan oleh seseorang (transisienergi.id).
Dewan merupakan koordinator bidang komunikasi Generasi Energi Bersih Bali. Yang dimana GEB ini di bentuk di setiap provinsi di Indonesia, agar pengurangan emisi bisa merata di setiap daerah lewat programnya masing-masing.
Ketut Siti Amerta Sari atau akrab disapa (Siti) merupakan salah satu siswa di SMA Negeri Bali Mandara yang berhasil menjadi salah satu duta jejak karbon nasional yang memiliki program One Man One Tree yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang asri dan akses ekosistem energi yang berkelanjutan. Program ini Siti lakukan dengan cara melakukan kampanye penghijauan sekolah hingga edukasi tentang pentingnya penggunaan energi terbarukan melalui platform atau web jejakkarbonku.id dan akademi.transisienergi.id. Keterlibatannya dalam menghijaukan sekolah menjadikan program ini sebagai salah satu kegiatan yang mampu menunjang program adiwiyata sekolah.
Siti merupakan salah satu anggota dari ekstrakulikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja), Siti pernah mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh INKURI dan Plan Indonesia Bersama Eka Kismayanti. Kegiatan tersebut mengajak Siti untuk membuat bisnis hijau yang berkelanjutan untuk mengurangi emisi agar tidak merusak lingkungan. Inovasi yang dibuat oleh Siti Bersama partnernya dan juga didukung oleh Pembina memunculkan ide yang sangat menarik yakni membuat baju tie dye dari pewarna alami. Dimana hal tersebut menyebabkan adanya peralihan dari penggunaan pewarna tekstil menjadi pewarna alami yang eco friendly.
Siti juga ikut bergabung menjadi relawan Generasi Energi Bersih Bali pada tahun 2023, dan hingga saat ini. Dengan semangatnya yang membara dan memiliki komitmen yang kuat terhadap pelestarian lingkungan, Siti telah mengajak teman-temannya juga untuk bergabung menjadi relawan Generasi Energi Bersih. Harapannya, melalui program yang dilaksanakan oleh Relawan Generasi Energi Bersih Bali dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam menciptakan lingkungan Bali yang asri dan indah
Geraldine Audrey atau akrab disapa Gea merupakan mahasiswi tahun kedua Program Studi Arsitektur Lanskap di Universitas Udayana. Lekatnya jurusan Gea dengan bidang alam, membuat Gea aktif di kegiatan lingkungan.
Sejak SMA (2019), Gea merupakan anggota aktif/ambalan Pramuka sekolah, Ketua Bank Sampah, Anggota Jakarta _Clean Up Day_, sampai Anggota Jumantik Sekolah. Melanjutkan ke jenjang kuliah, Gea memulai dengan menjadi relawan selama 2 periode di kegiatan Aksi Peduli Pelestarian Lingkungan Universitas Udayana, Relawan Tim Social Project Bali, Anggota Divisi Acara Sampah Kita pada tahun 2023 dan sedang merancang kegiatan Sampah Kita 2024 sebagai Ketua Pelaksana di Mei 2024 mendatang.
Gea bergabung di Generasi Energi Bersih Bali pada Desember 2023 sebagai Koordinator Program. Dengan minatnya di bidang pelestarian lingkungan, ia akan melanjutkan dan membantu memajukan Komunitas Generasi Energi Bersih Bali kedepannya.
