Cara Menggunakan Data:
  1. Angka secara detail dapat dilihat saat mengarahkan pointer ke kolom/garis (Grafik Garis).
  2. Filter data dengan klik tombol “Filter” dan/atau “Semua Tahun” dan pilih kategori dan/atau Tahun yang ingin dilihat secara khusus (Grafik Garis).
  3. Kolom yang bergerak ke kanan menunjukkan pertambahan angka/nilai suatu kategori pada tahun tertentu (Grafik Race).
Penjelasan Grafik

China menjadi negara penyumbang emisi CO2 terbesar tahunan di dunia. Pada tahun 2020 emisi CO2 China mencapai 10.67 Miliar Ton CO2 yang berasal dari aktivitas produksi yaitu pembakaran batu bara, seperti pembangkit listrik tenaga batu bara, pertambangan batu bara, serta produksi besi dan baja. Aktivitas di China tersebut menyumbang 27% emisi karbon dunia. Bahkan Covid-19 tidak menghalangi kenaikan emisi CO2 China di tahun 2020. Puncaknya, dari 2000 hingga 2014 emisi CO2 tahunan China naik lebih dari 6 juta ribu ton CO2. Selanjutnya, India menjadi negara berkembang dengan emisi CO2 tahunan terbesar kedua yaitu sebanyak 2.44 Miliar Ton CO2. Emisi CO2 India paling banyak disumbang dari pembakaran energi fosil. India dan China adalah negara berkembang G20 yang emisi CO2 per tahunnya sudah mencapai di atas 2 Miliar Ton CO2. Negara berkembang lainnya tidak mengalami perubahan signifikan dalam emisi CO2, tidak naik banyak dan tidak turun banyak sehingga masih dibilang jauh dari target penurunan emisi menurut NDC. Untuk mencapai penurunan yang signifikan pada negara berkembang dibutuhkan bantuan finansial dari negara-negara maju.

Amerika Serikat menjadi negara maju penyumbang emisi CO2 terbesar tahunan di dunia sebanyak 4.71 Miliar Ton CO2 di 2020, diikuti Uni Eropa 2.6 Miliar Ton CO2, dan Jepang 1.1 Miliar Ton CO2. Walaupun negara maju sudah mulai menggunakan energi terbarukan, porsi energi fosil dalam bauran energinya negara-negara maju masih paling besar. Sementara itu, negara maju yang mengalami penurunan tren emisi CO2 pada dekade terakhir adalah Britania Raya, yang sebelumnya 0.51 Miliar Ton CO2e di tahun 2010 menjadi 0.33 Miliar Ton CO2e. Penurunan ini disebabkan pengurangan penggunaan batu bara Inggris sebesar 29% pada dekade terakhir ini. Selain Inggris, negara maju lainnya yang sudah mengimplementasikan kebijakan penghapusan batu bara adalah Italia,Uni Eropa, dan Kanada.

Melihat adanya tren penurunan emisi CO2 tahunan dekade terakhir, G20 telah meningkatkan rata-rata porsi energi terbarukan (tidak termasuk pembangkit listrik tenaga air besar) di total bauran energi primer naik 32% dari 2015-2020. Di tahun 2019 ke 2020, terjadi penurunan emisi CO2 di semua negara G20 yang disebabkan oleh wabah Covid-19.