Dalam 20 tahun terakhir total emisi dari semua sektor mengalami peningkatan meskipun ada fluktuasi pada tahun tahun tertentu. Sektor energi merupakan sektor yang konsisten menyumbang emisi dan terus meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2022 sektor energi mencapai puncak emisinya yaitu 1,4 juta GG CO2e yang mana menunjukkan perlunya transisi energi secara serius. Transisi energi ke energi terbarukan akan sangat diperlukan untuk mengurangi emisi dari sektor energi mengingat kebutuhan energi tiap tahunnya pun terus meningkat. Jika indonesia masih mengkonsumsi energi fosil maka bukan tidak mungkin emisi energi akan terus menignkat lebih jauh lagi.
Sektor AFOLU(pertanian, kehutanan dan penggunaan lainnya) menjadi penyumbang terbesar kedua setelah sektor energi. Sektor ini mengalamai kenaikan signifikan pada tahun 2015 dan tahun 2019 mencapai angka 1,8 juta GG CO2e. Hal ini disebabkan oleh kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2015(BBC, 2019). Dengan kontribusi besar dari sektor kehutanan dan kebakaran lahan gambut, diperlukan kebijakan yang ketat dan tindakan nyata untuk mengelola hutan dan melindungi lahan gambut.
Sektor lain seperti limbah dan Industrial Process and Product Use (IPPU) menyumbang paling sedikit emisi. Tren emisi dari sektor IPPU pun stabil dalam 10 tahun terakhir. Namun hal ini tetap harus menjadi perhatian, melalui dekarbnonisasi industri emisi dari sektor inipun bisa ditekan
