Intensitas energi adalah perbandingan antara pasokan energi dan PDB yang berdasarkan power purchasing parity. Data yang dirilis oleh World bank ini mengindikasikan berapa banyak energi yang diproduksi untuk mengahasilkan satu unit output perekonomian. Perbandingan yang lebih kecil mengindikasikan lebih sedikit energi untuk menghasilkan satu unit output. Dari data yang ditampilkan indonesia mengalami tren yang bagus dalam menurunkan intensitas energi. Selama 20 tahun negara Indonesia berhasil menurunkan intensitas energi dari 5.42 MJ/Dolar AS menjadi 3.12 MJ/Dolar AS. hal ini menunjukkan bahwa penggunaan energi yang semakin efisien.

Data intensitas energi Indonesia yang semakin menurun ini menunjukkan efisiensi dalam penggunaan energi yang dibarengi dengan bertumbuhnya produk domestik bruto. Lalu jika melihat dari sisi emisi yang dihasilkan oleh sektor energi, indonesia memiliki peluang untuk terus bertransisi energi dengan dengan output ekonomi yang terus bertumbuh. Namun masih ada tantanngan berupa meningkatnya aktifitas energi yang tidak dibarengi dengan output nilai tambah ekonomi seperti konsumsi bahan bakar kendaraan yang terkena macet. Masalah seperti ini perlu diatasi pemerintah supaya intensitas energi bisa diturunkan lebih rendah lagi