Grafik ini menunjukkan perincian dari investasi yang masuk ke Indonesia pada sektor energi yang diukur dengan satuan miliar dolar AS. Data yang diambil dari laporan kementerian ESDM ini menunjukkan fluktuasi dari investasi sektor energi selama 8 tahun dari tahun 2014 – 2022. Kategori minyak dan gas masih menjadi penarik minat utama investasi, diikuti oleh kategori mineral dan batubara. Namun jika kita membandingkan nilai di tahun 2014 dan 2022 investasi pada sektor minyak dan gas menurun dari 21.7 miliar dollar AS menjadi 13.9 miliar dollar AS. hal yang sama terlihat pada kategori mineral dan batubara yang juga mengalami penurunan investasi. Sementara itu energi terbarukan masih menjadi penyumbang paling kecil dari investasi yang masuk ke sektor energi.
Melihat rincian dari investasi yang masuk ke sektor energi adalah hal yang penting jika Indonesia ingin melakukan transisi energi. Seperti yang terlihat pada grafik investasi energi terbarukan yang merupakan kunci dari transisi energi, nilainya masih jauh dari energi fosil lain seperti batubara, minyak dan gas. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia karena indonesia dianggap belum menarik minat investor untuk berinvestasi pada kategori energi terbarukan. Padahal untuk transisi energi yang sukses indonesia memerlukan dana yang tidak sedikit untuk menggantikan sumber energi saat ini. Sebagian sumber energi di Indonesia masih bersumber dari energi fosil. Namun indonesia memiliki peluang dengan ditekennya peraturan terkait percepatan pengembangan energi listrk dari sumber energi terbaukan. Harapannya peraturan ini menarik minat para investor unutk berinvesasi pada energi terbarukan di masa depan
