Cara Menggunakan Data:
- Angka secara detail dapat dilihat saat mengarahkan pointer ke kolom/garis.
Penjelasan Grafik
Grafik di atas adalah perhitungan Levelized Cost of Electricity (LCOE) di Indonesia tahun 2019. LCOE adalah cara adil untuk membandingkan biaya listrik setiap jenis pembangkit karena dihitung dari berapa biaya yang dikeluarkan suatu pembangkit untuk menghasilkan besaran daya listrik tertentu (dalam hal ini KWh). Dalam grafik ini, ditemukan bahwa biaya listrik dari pembangkit energi terbarukan dapat bersaing dengan listrik dari pembangkit energi konvensional (PLTU, PLTG, dan PLTGU). Biaya listrik dari PLTU di Indonesia berkisar dari 0.05 – 0.084 USD/KWh. Tidak jauh berbeda dengan PLTU, biaya listrik dari PLTP di Indonesia adalah 0.0456 – 0.087 USD/KWh. Sementara itu, biaya listrik dari PLTS skala besar di Indonesia berkisar dari 0.058 -0.128 USD/KWh. Biaya PLTS skala besar bahkan lebih murahl dibandingkan PLTG yang berkisar dari 0.092 – 0.129 USD/KWh. Dengan semakin murahnya biaya listrik yang dibebankan pada pembangkit energi terbarukan, alasan untuk segera melakukan transisi energi di Indonesia juga semakin menguat.
