Berdasarkan data yang disediakan, analisis terhadap total emisi nasional per sub-sektor energi di Indonesia dari tahun 2000 hingga 2018 mengungkapkan tren fluktuatif yang mencerminkan dinamika perkembangan sektor energi dan dampaknya terhadap emisi karbon nasional. Pada sub-sektor Minyak & Gas Bumi, emisi mengalami penurunan yang konsisten, mulai dari 26.943,15 Gg CO2 pada tahun 2000 hingga mencapai 18.561,56 Gg CO2 pada tahun 2018, meskipun terjadi fluktuasi di beberapa tahun, seperti puncaknya pada tahun 2007 dan 2016. Penurunan ini kemungkinan dipengaruhi oleh upaya efisiensi energi serta transisi ke sumber energi yang lebih bersih dalam sektor ini. Sebaliknya, pada sub-sektor Industri Batu Bara, emisi mengalami peningkatan yang stabil dan signifikan, dari 330,01 Gg CO2 pada tahun 2000 menjadi 2.432,84 Gg CO2 pada tahun 2018. Peningkatan emisi ini mencerminkan pertumbuhan sektor industri yang sangat bergantung pada batu bara sebagai sumber energi utama, yang semakin mendominasi konsumsi energi di Indonesia selama periode tersebut. Dalam sub-sektor Perkantoran & Pemukiman, data menunjukkan adanya fluktuasi yang cukup besar dalam emisi, dengan penurunan tajam pada tahun 2014, namun diikuti oleh lonjakan signifikan pada tahun 2015 yang mencatatkan nilai tertinggi sebesar 86.028,64 Gg CO2. Lonjakan ini mungkin dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi energi pada sektor komersial dan perumahan seiring dengan urbanisasi dan pertumbuhan jumlah bangunan di perkotaan. Sementara itu, pada sub-sektor Transportasi, meskipun emisi mengalami kenaikan dari 55.921,17 Gg CO2 pada tahun 2000 menjadi 60.228,21 Gg CO2 pada tahun 2018, fluktuasi yang terjadi relatif lebih kecil dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya, meskipun pertumbuhan kendaraan bermotor yang pesat dapat menjadi faktor pendorong utama peningkatan emisi di sektor ini. Secara keseluruhan, data ini mencerminkan peran krusial masing-masing sub-sektor dalam kontribusi terhadap emisi karbon nasional dan memberikan wawasan yang penting bagi pembuat kebijakan untuk merancang strategi mitigasi yang lebih terarah. Penurunan emisi pada beberapa sektor menunjukkan potensi keberhasilan kebijakan efisiensi energi dan peralihan ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan, sementara peningkatan emisi pada sektor-sektor lain, seperti Industri Batu Bara, menggarisbawahi tantangan besar yang harus dihadapi dalam mencapai tujuan pengurangan emisi nasional di masa depan.
