Pada tahun 2022, total emisi dari limbah cair industri mencapai 60.764,57 Gg CO2, yang merupakan angka tertinggi sepanjang periode pengamatan dari tahun 2000 hingga 2022. Dibandingkan dengan tahun 2000, yang mencatat emisi sebesar 17.755,36 Gg CO2, terjadi peningkatan sebesar 43.009,21 Gg CO2, atau lebih dari tiga kali lipat dalam 22 tahun. Kenaikan yang signifikan ini menunjukkan peningkatan aktivitas industri yang pesat, yang kemungkinan besar sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan perluasan kapasitas produksi sektor manufaktur di Indonesia. Emisi yang melonjak ini mencerminkan besarnya kontribusi sektor industri terhadap total emisi nasional dari sub-sektor limbah.

Secara khusus, tren kenaikan emisi terlihat semakin cepat dalam dekade terakhir. Pada tahun 2010, emisi limbah cair industri berada pada angka 30.989 Gg CO2, meningkat sekitar 13.233,64 Gg CO2 dibandingkan tahun 2000. Namun, antara tahun 2015 dan 2022, emisi sektor ini tumbuh lebih cepat, dengan rata-rata kenaikan tahunan sekitar 4.292,60 Gg CO2. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesadaran global tentang pengelolaan emisi dan dampaknya terhadap perubahan iklim, pertumbuhan pesat aktivitas industri tetap menjadi tantangan utama dalam upaya mitigasi emisi karbon.

Lonjakan emisi dari limbah cair industri ini memberikan indikasi perlunya perbaikan dalam pengelolaan limbah dan adopsi teknologi ramah lingkungan. Langkah-langkah seperti penerapan sistem pengolahan limbah yang lebih efisien, optimalisasi proses industri untuk mengurangi limbah, dan integrasi teknologi rendah karbon dapat menjadi solusi potensial. Selain itu, regulasi yang lebih ketat dalam pengelolaan limbah industri, seperti pengawasan terhadap pengolahan limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan, sangat diperlukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari sektor ini.

Jika tren ini tidak diimbangi dengan upaya mitigasi yang serius, peningkatan emisi dari limbah cair industri dapat menghambat pencapaian target pengurangan emisi nasional yang telah ditetapkan dalam kerangka Nationally Determined Contributions (NDC). Selain itu, emisi yang tidak terkendali juga dapat memperburuk dampak lingkungan, termasuk pencemaran air dan udara, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim global. Oleh karena itu, intervensi yang terintegrasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.