Dalam upaya adaptasi perubahan iklim, perusahaan di seluruh dunia semakin berperan aktif dalam mengurangi emisi karbon. Hal ini penting dilakukan untuk keberlanjutan bisnis jangka panjang serta meningkatkan reputasi dan daya saing perusahaan di pasar global. Terdapat beberapa inisiatif yang dapat dilakukan sebuah perusahaan. Apa aja inisiatif tersebut dan bagaimana perannya dalam mengurangi emisi? Yuk, simak lebih lanjut.

 

  • Partisipasi Aktif dalam Bursa Karbon

Bursa karbon adalah pasar atau tempat perdagangan izin emisi karbon dan kredit karbon. Ibaratnya, tempat atau platform untuk jual-beli karbon di antara perusahaan. Masing-masing jenis perusahaan pasti memiliki batas maksimal emisi yang dapat dihasilkan. Jika suatu perusahaan berhasil mengurangi emisi karbon mereka di bawah batas yang ditetapkan, maka perusahaan tersebut dapat menjual izinnya kepada perusahaan lain yang melebihi batas emisinya. 

Metode ini dianggap sebagai win-win solution untuk perusahaan yang berpartisipasi. Perusahaan yang mungkin sulit memenuhi batas emisinya tidak akan dikenakan sanksi atasnya karena telah membeli kredit sisa karbon dari perusahaan lain  dengan emisi lebih rendah untuk mengimbangi kelebihan emisi mereka. Kemudian perusahaan yang memiliki sisa karbon dapat menerima insentif finansial dari penjualan karbonnya.

Kredit karbon diperoleh melalui proyek-proyek yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon, seperti pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan, pengelolaan hutan yang berkelanjutan, dan penanganan limbah yang efektif. Saham perusahaan yang terlibat dalam aktivitas ini dapat dikategorikan sebagai saham bursa karbon. Contoh beberapa perusahaan yang dengan saham bursa karbon yang bisa dibeli di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Kencana Energy Lestari Tbk (KEEN), dan lainnya.

Dengan partisipasi aktif perusahaan dalam bursa karbon, menunjukkan bahwa mereka berhasil mengurangi emisinya dan berkontribusi langsung terhadap penetralan emisi perusahaan lain. 

 

  • Co-Firing

Co-firing merupakan salah satu strategi dimana pembakaran batu bara disubstitusi pada rasio tertentu dengan bahan biomassa seperti “pellet” kayu, sampah, cangkang sawit dan “sawdust” (serbuk gergaji). Proses ini menggabungkan dua jenis bahan bakar (contoh: batu bara dan biomassa) dalam proses pembakaran untuk menghasilkan energi listrik. Dengan menggunakan bahan bakar lain bersamaan dengan bahan bakar fosil, co-firing dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil konvensional. 

Partisipasi pembangkit listrik dalam metode co-firing ini dapat mengurangi emisi dari proses pembangkitan listrik. Hal ini karena biomassa diketahui melepas emisi gas rumah kaca yang lebih sedikit dibanding bahan bakar fosil ketika, sehingga mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil. Metode ini digencarkan karena dipercaya cukup efektif dalam mengurangi emisi dari sumber terbesarnya, yakni bahan bakar fosil. 

Metode ini sudah diterapkan di beberapa PLTU di seluruh dunia dengan pencampuran yang beragam. Contohnya di negara Amerika dan Jepang. Pembangkit listrik Hillabee milik Constellation Energy di Alabama berhasil melakukan co-firing hidrogen, yakni dengan mencampurkan hidrogen dengan gas alam. Kemudian di Jepang ada JERA, perusahaan pembangkit listrik terbesar di Jepang, yang melakukan uji coba co-firing amonia dengan batu bara di pembangkit listriknya. 

 

  • Proyek Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

Proyek energi baru dan terbarukan (EBT) merupakan kegiatan mengganti sumber listrik dengan sumber energi yang bersih dan terbarukan. Hal ini berarti mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan mengarah pada emisi gas rumah kaca.

Contoh nyata dari proyek EBT adalah dengan memanfaatkan tenaga angin. Turbin angin dipasang di lokasi yang memiliki angin yang cukup kuat dan konsisten. Ketika angin menggerakkan turbin, energi kinetik angin diubah menjadi energi listrik melalui generator yang terpasang di dalam turbin. Perusahaan yang memiliki proyek ini adalah PT Adaro Energy dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tanah Laut berkapasitas 70 MW di Kalimantan Selatan.

Selain itu, proyek EBT juga mencakup pemanfaatan energi matahari melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Panel surya dipasang di lokasi yang menerima paparan sinar matahari yang cukup untuk menghasilkan energi listrik. Ketika sinar matahari mengenai panel surya, energi matahari diubah menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk memasok kebutuhan listrik suatu daerah atau bangunan. Perusahaan yang memiliki proyek ini adalah PT PLN NP dengan PLTS Terapung Cirata yang diperkirakan dapat mengurangi emisi sebesar 214.000 ton CO2 setiap tahunnya.

Ada juga proyek EBT yang menggunakan sumber energi air, seperti pembangkit listrik tenaga air. Pembangkit listrik ini memanfaatkan tenaga air yang mengalir untuk memutar turbin dan menghasilkan energi listrik. Bendungan atau waduk biasanya dibangun untuk menampung air dan mengatur aliran air untuk memaksimalkan produksi energi. Perusahaan yang memiliki proyek ini adalah PT Arkora Hydro Tbk yang memiliki proyek pembangunan minihidro di Cikopo.

Proyek EBT sangat berperan penting dalam mengurangi emisi karbon. Hal ini karena sumber energi yang diketahui paling sedikit menghasilkan emisi karbon adalah dari energi baru dan terbarukan. Dengan menggunakan sumber energi yang bersih dan terbarukan, proyek EBT dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan yang dihasilkan oleh sumber energi konvensional.

Langkah-langkah di atas merupakan beberapa contoh yang dapat diambil perusahaan dalam mengurangi emisinya. Semakin banyak perusahaan yang ikut serta dalam gerakan pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia, dampak lebih besar dapat terjadi dalam melindungi lingkungan dan mengatasi perubahan iklim.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang transisi energi dan bagaimana berbagai sektor dapat berkontribusi dalam mengurangi emisi, kunjungi transisienergi.id sekarang! Dapatkan pengetahuan dan wawasan yang diperlukan untuk membuat perubahan nyata. 🌱

Author

One Comment

Lloyd Ward, Aug 22, 2024

I do not even know how I ended up here but I thought this post was great I dont know who you are but definitely youre going to a famous blogger if you arent already Cheers

Leave a Comment