Cara Menggunakan Data:
Angka secara detail dapat dilihat saat mengarahkan pointer ke warna kolom/garis tertentu. Filter data dengan menekan tombol “Filter” dan memilih kategori yang ingin dilihat secara khusus.
Penjelasan Grafik
Merk dagang yang tercantum dalam grafik
- Kerosene: Minyak tanah
- Gasoil CN 48: Biosolar dan Pertamina Dex (Pertamina) / Shell Diesel (Shell)
- Gasoline RON 88: Premium (Pertamina)
- Gasoline RON 90: Pertalite
- Gasoline RON 92: Pertamax (Pertamina) / Super (Shell)
- Gasoline RON 95+98+100: Pertamax Plus (Pertamina) / V-Power (Shell)
Konsumsi pada tahun 2020 mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas masyarakat. Terjadi penurunan konsumsi Gasoline RON 88 (Premium) sekaligus peluncuran dan kenaikan konsumsi Gasoline RON 90 (Pertalite) pada 2016. Hal ini disebabkan oleh masyarakat pengendara yang mulai sadar bahwa bahan bakar dengan oktan rendah dapat merusak kendaraan mereka dan menghasilkan gas buang yang lebih polutif, sehingga masyarakat lebih memilih bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi dengan harga yang hampir sama (Pertalite). Ditambah lagi, terdapat wacana penghapusan BBM subsidi Gasoline RON 88 (Premium). Penghapusan premium juga merujuk pada ketentuan Peraturan Menteri LHK No 20 / 2017 yang mengatur standar baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor, dimana premium tidak memenuhi standar baku mutu tersebut.
Gas alam digunakan untuk kendaraan BBG, seperti Transjakarta dan angkot BBG. Namun, transisi ke kendaraan BBG mengalami berbagai kendala, seperti ketersediaan infrastruktur sehingga penerapannya tidak bertambah bahkan cenderung menurun. Tenaga listrik untuk transportasi mulai meningkat di tahun 2011 karena dibukanya layanan KRL Jabodetabek dan kemudian terus mengalami perkembangan jalur sampai sekarang. Pertambahan kendaraan listrik roda 2/roda 4 on road diekspektasikan akan mendominasi pertambahan konsumsi listrik sektor transportasi dalam beberapa dekade mendatang
