Cara Menggunakan Data:

Grafik Peta:

  • Arahkan kursor ke lingkaran di tiap provinsi atau polygon provinsi untuk mengetahui nilai potensi kapasitas
  • Gradasi warna di atas menunjukan nilai kapasitas potensi tenaga surya Grafik Batang
  • Angka secara detail dapat dilihat saat mengarahkan pointer ke kolom/garis
  • Tekan dropdown “Semua Provinsi” dan pilih provinsi yang ingin dilihat secara khusus
  • Filter data dengan menekan tombol “Filter” dan memilih skenario perhitungan yang ingin dilihat secara khusus

Penjelasan Grafik

Studi IESR menunjukkan bahwa potensi energi surya termasuk untuk skala utilitas di Indonesia antara 16 hingga 95 kali lebih besar dari perkiraan resmi nasional (RUEN), yaitu 207 GW. Perhitungan nilai potensi teknis Solar PV dalam studi IESR dilakukan dengan langkah sebagai berikut Pertama dilakukan analisis pengecualian layer pada kemiringan lereng yang kemiringannya >10° dan kategori tutupan lahan yang dibagi menjadi 4 skenario. Lalu dilakukan perhitungan estimasi potensi teknis dengan rumus

Technical potential capacity (GWp) = Land Area (km2) x Power Density (GWp/km2)

Empat skenario tutupan lahan adalah sebagai berikut:

  • Skenario 1 merupakan kondisi area tanpa lereng, hutan alam, badan air, lahan basah, bandara dan -pelabuhan, serta kawasan lindung.
  • Skenario 2 merupakan kondisi area seperti Skenario 1, ditambah pengecualian area pertanian dan hutan tanaman.
  • Skenario 3 merupakan kondisi area seperti Skenario 2 ditambah pengecualian area pemukiman.
  • Skenario 4 merupakan kondisi area seperti Skenario 2 ditambah pengecualian area padang rumput kering.

Hasil dari perhitungan potensi teknis Solar PV dalam studi ini adalah:

  • Skenario 1 memiliki potensi teknis sebesar 19,835 GWp
  • Skenario 2 memiliki potensi teknis sebesar 7,700 GWp
  • Skenario 3 memiliki potensi teknis sebesar 6,310 GWp
  • Skenario 4 memiliki potensi teknis sebesar 3,396 GWp