Cara Menggunakan Data:

  • Filter data dengan menekan tombol “Filter” dan memilih kategori yang ingin dilihat secara khusus (Grafik 1, 2 dan 3).
  • Angka secara detail dapat dilihat saat mengarahkan pointer ke atas kolom/garis (Grafik 1, 2 dan 3).
  • Batang menunjukan tren Suplai Energi Primer Berdasarkan Sumber Daya di Indonesia dari tahun ke tahun (Grafik 3).
  • Tekan icon yang terletak di atas “Sumber” untuk mengulang perhitungan (Grafik 3).
  • Tekan tahun pada garis yang terletak di bawah grafik untuk memulai perhitungan dari tahun yang diinginkan (Grafik 3).

Penjelasan Grafik

Tren suplai energi fosil cenderung (batu bara, minyak mentah, dan gas alam) bertambah. Pertumbuhan energi fosil pada dua dekade terakhir didorong oleh batubara yang bertambah utamanya akibat proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik yang cukup banyak mendorong PLTU batubara (FTP-1, FTP-2, 35 GW). Pada program 35 ribu MW, PLTU batubara mendominasi (25 ribu MW) yang mengakibatkan potensi penambahan kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik mencapai 100 juta ton per tahunnya.

Permintaan biomassa menurun, salah satu penyebabnya adalah transisi masyarakat di pedesaan dari penggunaan biomassa untuk memasak ke arah energi yang lebih modern, seperti menggunakan LPG. Transisi ini juga mendorong perbaikan hidup di pedesaan dengan berkurangnya polusi dan penggunaan energi yang lebih efisien.

Bauran energi terbarukan Indonesia relatif tidak bertambah satu dekade terakhir, bahkan setelah adanya target bauran energi terbarukan 23% dengan Perpres 22/2017 tentang RUEN. Namun, energi surya semakin berkembang, bahkan di tengah pandemi. Kenaikannya di tahun 2020 cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya, disumbang oleh pertambahan instalasi PLTS Atap dan proyek IPP di tahun 2017.