
Generasi Energi Bersih, termasuk Generasi Energi Bersih Chapter Bogor, berpartisipasi dalam acara Indonesia Net Zero Summit 2024 yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) bersama dengan berbagai kolaborator lainnya. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 24 Agustus 2024, di Djakarta Theater, Jakarta, dengan berbagai agenda penting yang menarik perhatian. Di antaranya adalah “Climate Crisis in 10 Minutes” bersama Mikha Tambayong, Deklarasi Generasi Net Zero, pemberian penghargaan Climate Hero Award menteri keuangan, Sri Mulyani, serta diskusi panel bertajuk “Dari Ambisi Jadi Aksi: Strategi Iklim Menuju Indonesia Emas 2045”. Selain itu, acara ini juga menampilkan video kolaborasi bertema “Krisis Iklim, Musuh Bersama.” Pendiri Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menekankan bahwa fenomena krisis iklim adalah musuh bersama yang harus diperangi secara kolektif.

Krisis iklim semakin menunjukkan taringnya. Seiring dengan meningkatnya suhu global, banyak ahli memperingatkan bahwa kita tengah menghadapi apa yang bisa disebut sebagai “neraka bocor”—sebuah istilah yang menggambarkan keadaan bumi yang semakin panas, tidak terkendali, dan penuh bencana. Dilansir dari Hijauku.com Suhu global meningkat karena gas rumah kaca mengurung lebih banyak panas di atmosfer. Pada tahun 2021, suhu rata-rata global mencapai 1,11±0,13°C di atas suhu rata-rata pra-industri 1850-1900. Ini menyebabkan Cuaca yang ekstrim seperti angin topan, gelombang panas, kebakaran hutan, kekeringan, dan banjir.

Menurut laporan terbaru dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), dunia kini mengalami kenaikan suhu rata-rata sebesar 1,5°C dibandingkan dengan era pra-industri. Dampaknya sudah terasa di berbagai belahan dunia. Gelombang panas ekstrem melanda Eropa, mencatatkan rekor suhu tertinggi di beberapa negara, sementara kebakaran hutan yang dahsyat menghancurkan ribuan hektar lahan di Australia dan Amerika Serikat. Carbon budget, atau jumlah emisi karbon yang masih dapat dikeluarkan untuk tetap berada di bawah ambang batas ini, diperkirakan akan habis sebelum tahun 2030.
Inilah yang membuat acara Indonesia Net Zero Summit (INZS) kembali diselenggarakan tahun ini, dengan fokus khusus pada keterlibatan anak muda dan seluruh generasi di Indonesia. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan krisis iklim yang semakin mendesak dan mengajak semua pihak untuk beraksi nyata dalam upaya “menyelamatkan umat manusia” dari ancaman iklim yang kian jahat.

Pada saat Deklarasi Generasi Net-Zero, peran penting anak muda, khususnya Gen Z, dalam memerangi perubahan iklim dunia kembali ditegaskan. Generasi ini berkomitmen untuk menjaga bumi dari krisis iklim dan bertindak sebagai garda depan dalam upaya global untuk mencapai netralitas karbon.
Berbagai upaya konkret telah dilakukan oleh generasi ini dalam memerangi perubahan iklim. Salah satu yang paling menonjol adalah transisi menuju energi terbarukan, di mana semakin banyak inisiatif yang mengarah pada penggunaan energi bersih dan berkelanjutan. Selain itu, di sektor transportasi, langkah-langkah signifikan juga telah diambil dengan memperbanyak dan mengintegrasikan sistem transportasi publik yang ramah lingkungan, sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi emisi karbon. Jika kita tidak segera bertindak, generasi mendatang akan menghadapi kondisi yang jauh lebih buruk. Kita harus bertindak sekarang, sebelum neraka benar-benar bocor dan tak ada lagi yang bisa kita selamatkan.
