Urgensi Transisi Energi
Yuk dukung transisi energi Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat. Biar Indonesia dijauhkan dari azab krisis iklim.
Kita bisa mendukung transisi energi dengan cara menurunkan emisi yang kita hasilkan, seperti:
1. Naik transportasi umum
2. Jalan kaki atau sepeda kalau jaraknya dekat
3. Efisiensi atau hemat energi (nyalakan lampu, AC, dan alat elektronik lainnya sesuai kebutuhan saja, setelah itu dimatikan)
4. Turut menyuarakan transisi energi

Yuk belajar tentang energi di Akademi.Transisienergi.id
@iesr.id
@genergibersih
@sre.ui
#Akademitransisienergi #IESR #Genergibersih #REnergizingSREUIInstagram Reels/TikTok

20 Comments

Muhammad Zulkifli, Jan 07, 2024

Mantap

Muhammad Khaidir, Jan 07, 2024

Dimasa sekarang ini ada banyak manusia yang kurang menyadari hal itu, nanti ada suatu masa yang dimana ERK itu akan memberikan lampu merah sebagai peringatan dan semoga hal itu tidak terjadi . Maka salah satu untuk memberikan kesadaran kepada manusia melalui kerjasama yang efisien dan kolektif antara masyarakat dengan pemerintah

Zulkifli, Jan 07, 2024

Nice

Hendar, Jan 07, 2024

Energi terbarukan harus kita adaptasikan kedalam kehidupan sehari hari.

Nasmah, Jan 07, 2024

Sudah waktux sekarang diantisipasi cara penggunaan energi listrik yang hemat agar cucu kita dapat menikmatix, begitu pula negara yang kita cintai ini dapat terhindar dari krisis energi listrik

Izumi, Jan 07, 2024

Wahhh

MUHAMMAD FIKRI, Jan 07, 2024

saya mendukung tera sisi energi akan tetapi harus di imbang kan semua kemudian jan ad yg di hilangkan ktn akan merugikan yg lain lebih baiknya bagaimana kita bisa menyatukan semua energi dan mengurangi penggunaan energi yg banyak menimbulkan polusi dan lain lain

Fiyan, Jan 07, 2024

Betull sekali

Muh Sulaiman, Jan 07, 2024

Mantap semoga masyarakat akan sadar hal yg seperti ini dan dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari2 kita agar Indonesia tercinta ini di jauhkan dari krisis iklim

Atin, Jan 07, 2024

semoga Indonesia segara transisi energi bersih ya

Restu Ilahi, Jan 07, 2024

Mantap, menuju Indonesia yang ramah energi terbarukan.

Muh. Surya Saputra S, Jan 07, 2024

Transisi energi ini sangat penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menghemat sumber daya alam. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat untuk mengatasinya dan mempercepat transisi energi menuju EBT di Indonesia.

Ramliah, Jan 08, 2024

transisi energi yes, energi fosil no

Nurathirah, Jan 08, 2024

Untuk transisi energi dibutuhkan implementasi kebijakan yang lebih ambisius. Komitmen pemerintah kita untuk transisi energi sudah semakin bagus dan semakin jelas. Tinggal bagaimana pemerintah pusat dan daerah bekerja sama dalam mengeksekusi komitmen-komitmen itu.

Azizah, Jan 08, 2024

Keren dan mantap

M Nasir, Jan 08, 2024

Transisi energi’ ini merupakan suatu langkah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,,,krn dgn adnya transisi energi ini bisa membuat negara kita semakin berkembang krn dgn mengikuti perkembangan teknologi,, berkah selalu z,, Sebaik baiknya manusia adalah yg bermanfaat bagi manusia lainnya

Dezan, Jan 08, 2024

Apakah dalam waktu dekat Indonesia bisa beralih ke energi bersih terbarukan? Melihat banyaknya investor “kuat” di balik pltu kita, apakah ada harapan untuk berubah?

Dahlia, Jan 08, 2024

Selain dilihat dari sisi positifnya, ada gak sih efek samping atau dampak negatif nya dari transisi energi itu sendiri?

Hendra, Jan 10, 2024

Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan sebesar ini, kita harus meningkatkan investasi energi bersih dan aliran keuangan melalui penguatan alur proyek, peningkatan kerangka kebijakan dan peraturan, termasuk mekanisme pengurangan risiko, mempersiapkan proyek bankable yang berkualitas tinggi, serta memangkas proses persetujuan

Rofiiq, Jan 10, 2024

Saya sangat setuju dengan transisi energi ataupun hal lainnya yang dapat menyehatkan Bumi.

Namun, cita-cita mulia tersebut akan sulit tercapai jika tidak dibarengi strategi yang bersahabat di hati masyarakat. Masalahnya, sebagian masyarakat cenderung individualis, apatis, dan berketergantungan pada teknologi/sumber energi yang praktis tanpa memedulikan kandungannya/komposisinya maupun dampak negatifnya terhadap lingkungan.

“Jika saya bisa naik kendaraan pribadi yang fleksibel dan nyaman, untuk apa naik kendaraan umum? Yang penting, lebih fleksibel, privat, tidak pengap, dan tidak khawatir berdesakkan ataupun rebutan tempat duduk.”
“Jika saya bisa menghemat tenaga dan waktu dengan sepeda motor, untuk apa jalan kaki atau naik sepeda? Yang penting, lebih cepat dan hemat tenaga.”
“Panas dan gerah begini, kenapa tidak menyalakan AC saja agar jiwa dan raga terpuaskan oleh sensasi sejuk? Walau tidak alami, yang penting saya terbebas dari panas dan gerah.”
Tiga ujaran ini umum ditemukan di tengah masyarakat karena tidak sedikit yang lebih memikirkan kepuasan pribadi yang bersifat sesaat daripada mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dalam jangka panjang.

Kalau belum terjadi masalah serius, orang cenderung mengabaikan secara terus-menerus.
Ibaratnya, seperti mengabaikan ganti oli sepeda motor sebelum nantinya menjadi peduli setelah mengalami kerusakan pada komponen vital seperti piston.

Oleh karena itu, diperlukan strategi yang dapat meresap di benak masyarakat.
Terdapat dua saran yang bisa dipertimbangkan.
1. Teknologi berbasis konsep transisi energi dan 100% ramah lingkungan segera diluncurkan dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia (tentu saja, hal ini memerlukan waktu yang lama).
2. Menanamkan kesadaran diri kepada setiap individu dengan memberikan edukasi/pendidikan lingkungan hidup di seluruh jenjang pendidikan (SD hingga S-3) dan selalu mengingatkan. Salah satu langkah mengingatkan yang bisa diambil, yaitu mengedukasi/mengiklankan secara elegan via media penyiaran seperti televisi/radio/siniar/platform digital lainnya dan/atau bekerja sama dengan influencer (pemengaruh) di media sosial yang memiliki massa yang bisa digerakkan melakukan hal-hal positif terhadap lingkungan.

Terima kasih, para pemerhati dan penyayang Bumi.

Leave a Comment