Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Syahrul A || Namz (@ntrl.nami)

[Mendukung Transisi Energi Harus Lewat Langkah-Langkah Gede Yah?]

Just make it simple, tentu jawabannya nggak dong.

Transisi energi, atau proses shifting dari penggunaan energi fosil menuju energi terbarukan dan bersih memang lagi digenjot gitu. Soalnya masa depan bumi dipertaruhkan nih.

Dipertaruhkan? Emang bumi bisa dipakai buat j*d* onli**?

Bukan dipertaruhkan dalam konsep yang ono, tapi ini soal apakah planet kita, di masa depan, masih layak dan nyaman untuk dihuni atau nggak. Soalnya, yang ditakutkan nih, produk sampingan kegiatan kita berupa gas rumah kaca akan membuat bumi semakin hangat atau bahkan panas. Dan hal tersebut memicu berbagai bencana-bencana lainnya. Makanya, transisi energi ini menjadi jalan ideal agar resiko dampak dari GRK kita tuh menyusut.

Nah, dukungan terhadap transisi energi ini banyak bentuknya, bisa dari penggantian bahan bakar fosil jadi energi alam yang minim emisi, makai solar panel, naik sepeda ke kantor, beli motor listrik, dan sebagainya. Hanya saja cara-cara di atas tuh perlu modal dan kadang nabrak dengan masalah efesiensi waktu dan biaya.

Karena itu, di postingan kali ini mari kita simak salah satu cara paling ezzzzzzzzz dalam mendukung transisi energi, so just check it out.

Btw postingan nih masih kulitnya doang. Biar pengetahuanmu lebih advance, kamu bisa belajar lewat Akademi.transisienergi.id

Selamat membaca dan belajar, if u have any comment about the info within this post, feel free to ngacak-ngacak kolom komentar…

@genergibersih
@iesr.id
@sre.ui

#Akademitransisienergi #IESR #genergibersih #RenergizingSREUI

Leave a Comment