Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Wasji Heryadi (@wasji_hr)

Sejak revolusi industri suhu bumi mengalami peningkatan sekitar 1°C akibat pembakaran bahan bakar fosil yang menghasilkan banyak emisi. Apabila tidak ada tindakan global, perubahan iklim akan mencapai tingkat yang lebih ekstrim dan bisa menyebabkan banyak resiko bagi manusia dan kehidupan lainnya di Bumi. Bahkan, PBB menyebutnya sebagai krisis iklim.

Sekarang dampak dari perubahan iklim sudah mulai kita rasakan sendiri. Bencana alam makin sering terjadi, musim kering yang bertambah panjang, hingga peningkatan wabah penyakit seperti malaria, demam berdarah, dan diare akibat kenaikan suhu dan curah hujan.

Di Indonesia dan banyak negara lainnya, sektor energi menjadi penyumbang emisi terbesar. Makanya transisi energi dari energi fosil menjadi energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan menjadi sangat penting untuk mengatasi perubahan iklim.

Kita juga bisa membantu mengurangi emisi seperti menghemat energi ketika di rumah, menggunakan energi terbarukan di rumah, menggunakan transportasi umum, hingga menyebarkan isu perubahan iklim dan transisi energi ini pada masyarakat luas.

Kamu bisa pelajari topik mengenai transisi energi dan perubahan iklim di Akademi.transisienergi.id

@genergibersih @iesr.id @sre.ui

#akademitransisienergi #iesr #genergibersih #renergizingsreui

One Comment

Eli, Jan 07, 2024

Wah infografis yang disajikan sangat menarik & sangat insightful, data-data dikemas dengan penyajian yang tidak terlalu over dan sangat mudah untuk dipahami. Transisi energi sangat penting untuk mengurangi dampak dari krisis iklim. Dengan beralih ke energi terbarukan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperlambat laju perubahan iklim, apalagi di Indonesia sendiri masih banyak potensi energi terbarukan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Jadi, yuk kita sama-sama dukung transisi energi untuk masa depan bumi yang lebih baik
~Good job & Good Luck

Leave a Comment