Gaya mode seperti old money, Y2K, minimalis, datang silih berganti daan turut mempengaruhi estetika masyarakat dan media sosial kita. Masyarakat sangat tertarik mengikuti tren fashion saat ini. Namun, hal yang perlu dicatat adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan fashion berkelanjutan.  Tik-Tok sebagai salah satu sosial media dengan ratusan juta pengguna menjadi salah satu media dimana masyarakat mendapatkan edukasi dan informasi terkait pentingnya untuk mulai menerapkan slow fashion. Menurut sebuah analisis dari Business Insider, produksi fesyen menyumbang 10% dari total emisi karbon global. Hal ini mengeringkan sumber air dan mencemari sungai dan aliran air, sementara 85% dari semua tekstil dibuang ke tempat pembuangan setiap tahunnya. Bahkan mencuci pakaian melepaskan 500.000 ton serat mikro ke lautan setiap tahunnya, setara dengan 50 miliar botol plastik. Berdasar pada dampak  lingkungan dari produksi dan konsumsi pakaian di atas, fashion berkelanjutan merupakan hal yang lebih dari sekadar tren sesaat. Tren ini mewakili perubahan mendasar menuju praktik yang lebih bertanggung jawab. 

Dampak Industri Fashion Terhadap Lingkungan 

Di tahun 2020, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa telah memperkirakan bahwa industri fashion menyumbang 8 hingga 10 persen dari emisi karbon global, di mana menurut Textile Exchange, lembaga non profit yang berfokus pada isu industri fashion dan pakaian,, produksi serat global hampir dua kali lipat antara tahun 2000 dan 2022, mencapai 116 juta ton, dan kemungkinan akan melebihi 147 juta ton pakaian yang diproduksi setiap tahunnya pada tahun 2030. Ini setara dengan hingga 100 miliar pakaian baru yang diproduksi secara global setiap tahun dan dengan tren yang bergerak lebih cepat dari sebelumnya.

Sebagai contoh, di Ghana, limbah tekstil disebabkan oleh tumpukan besar pakaian bekas yang diimpor dari negara-negara Barat. Banyak dari pakaian ini berkualitas rendah dan tidak cocok untuk dijual kembali, yang menyebabkan pembentukan limbah lebih lanjut. Gurun Atacama, Chili telah menjadi tempat pembuangan pakaian yang tidak diinginkan dari seluruh dunia, terutama dari merek fashion cepat. Kecenderungan ini telah mengakibatkan volume besar pakaian yang tidak diinginkan tertinggal di gurun, menciptakan masalah limbah yang sangat besar.

Gambar 2. Tumpukan Sampah Tekstil (Sumber : nationalgeographic.com) 

 

Dampak lingkungan lainnya yang disebabkan oleh limbah tekstil; 

  • Polusi Air 

Di tahun 2020, produksi tekstil bertanggung jawab atas sekitar 20% dari pencemaran air global akibat pewarnaan dan pengerjaan produk. Penanaman kapas dan komponen lainnya untuk memproduksi satu kain memerlukan lahan dan banyak air. Untuk membuat satu kaos katun  memerlukan 2.700 liter air tawar, yang setara dengan kebutuhan minum seseorang selama 2,5 tahun.

  • Polusi Udara 

Penghancuran limbah tekstil melalui pembakaran dan pembusukan dapat mengeluarkan polutan seperti karbon dioksida, karbon monoksida, senyawa organik yang mudah menguap, dan metana, semuanya berkontribusi pada polusi udara dan perubahan iklim. 

 

Pengaruh Limbah Industri Fashion pada Ekosistem

Di Indonesia, Sungai Citarum, yang menyuplai 80% dari pasokan air Jakarta, dilaporkan sebagai salah satu sungai yang paling tercemar di dunia. Industri tekstil bertanggung jawab hingga 68% atas pencemaran di sungai tersebut, dengan lebih dari 200 pabrik yang terletak di sepanjang tepi sungai. Proses produksi tekstil melepaskan kontaminan berbahaya ke sungai, yang kemudian menyebabkan dampak buruk pada kesehatan manusia. Polutan mikroplastik yang juga ditemukan dalam sampel ikan dan sedimen air, pada akhirnya akan terakumulasi dalam rantai makanan, mengancam kehidupan laut dan kesehatan manusia. 

Gambar 3. Textile dye waste in the Citarum river (Sumber : iklimku.org) 

Menurut data tahun 2023, komposisi limbah berupa kain, secara spesifik di wilayah Tangerang, masih relatif rendah pada sekitar 2.32%. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi polutan yang relatif minimal dari industri tekstil di wilayah tersebut. 

Bahan dan Kain Berkelanjutan 

Produksi kapas telah terbukti menjadi ancaman beracun bagi lingkungan. Produksi kapas menggunakan bahan kimia berat, pestisida, dan pupuk yang berbahaya yang menyebabkan pencemaran tanah dan air. 

Contoh bahan alternatif yang dapat membantu meminimalkan dampak tersebut: 

  1. Kapas Organik 

Berbeda dengan produk kapas konvensional, kapas organik ditanam tanpa pestisida dan pupuk sintetis serta diproses tanpa bahan kimia, secara keseluruhan menggunakan 62% lebih sedikit energi dan 88% lebih sedikit air. 

  1. Kapas Daur Ulang 

Kapas daur ulang diproduksi menggunakan limbah pasca-industri atau limbah konsumen. Proses daur ulang menggunakan energi lebih sedikit dibandingkan produksi kapas baru dari bahan baku. 

  1. Rami 

Kain rami adalah salah satu kain alami yang paling ramah lingkungan. Kain ini tidak membutuhkan banyak air atau bahan kimia dan memberikan manfaat fitoremediasi pada tanah. Rami dianggap sebagai bahan baku karbon negatif karena menyerap CO2 dari atmosfer. 

Merek pakaian berkelanjutan yang terkenal dari Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan praktik etis dan berkelanjutan melalui produksi produk pakaian ramah lingkungan: 

4. Sejauh Mata Memandang 

Merek ini mencerminkan prinsip fashion lambat dan sirkular yang tercermin dalam bahan yang mereka gunakan seperti kapas, linen, Tencel, dan tekstil daur ulang. Sejauh Mata Memandang berkolaborasi dengan EcoTouch dalam program daur ulang pakaian, di mana menurut ‘Laporan Dampak Sejauh Mata Memandang’ terbaru per Mei 2023, lebih dari 5.700 kg pakaian bekas telah dikumpulkan dan lebih dari 2.400 kg dari pakaian bekas tersebut telah didaur ulang menjadi benang dan isolator. Selain itu, lebih dari 12.000 produk upcycle berhasil dijual antara 2020-2022. 

Gambar 4. Sajauh Mata Memandang Products (Sumber : sejauh.com) 

 

  1. SukkhaCitta

Seperti yang dikutip dari moto mereka, SukkhaCitta adalah merek farm-to-closet yang menciptakan pemberdayaan ekonomi bagi pengrajin wanita dan petani kecil di desa-desa Indonesia. Merek ini hanya menggunakan pewarna botani alami untuk mewarnai produknya. Pada tahun 2022, merek ini menjadi perusahaan fashion pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi B Corp: Sertifikasi pihak ketiga tertinggi saat ini untuk transparansi dan praktik bisnis terkait dampak sosial dan lingkungan di dunia. 

Gambar 5. Sukkha Citta Products (Sumber : manual.co.id) 

 

Praktik Fashion Berkelanjutan 

Sebagai individu, ada berbagai langkah proaktif yang dapat kita lakukan untuk mendukung inisiatif yang bertujuan mempromosikan fashion berkelanjutan: 

  • Minimalkan Konsumsi dan Maksimalkan Penggunaan 

Mari pastikan lemari pakaian Anda mencakup pakaian yang dirancang untuk bisa dipakai dalam jangka panjang dengan memilih item fashion yang terbuat dari kain berkualitas tinggi, menawarkan penggunaan yang serbaguna, dan memiliki desain yang abadi yang tetap stylish di luar tren sementara. 

  • Perhatikan Praktik Pencucian Anda 

Selalu cek instruksi mencuci pada label pakaian anda. Mengikuti panduan mencuci yang dianjurkan akan memperpanjang umur pakaian anda. Perlu diketahui bahwa, cucian domestik 6 kg dapat melepaskan hingga 700.000 serat, jadi pertimbangkan kembali mencuci item yang hanya dipakai sekali. Mencuci pada suhu yang lebih rendah akan menghemat energi, dan kebiasaan sederhana seperti membalik pakaian dapat meningkatkan umur pakaian. 

  • Daur Ulang Tekstil 

Jika memungkinkan, ikut serta dalam inisiatif daur ulang tekstil dan sumbangkan pakaian yang tidak diperlukan ke toko barang bekas atau organisasi amal seperti Sedekas.com, clothesforcharity.id, Setali Indonesia, dan Tukar Baju. Cobalah membeli produk  sebagai cara yang bagus untuk meminimalkan dampak pada planet ini. Beberapa toko barang bekas yang menawarkan produk bekas berkualitas tinggi di Tangerang; Vintage Vibes di Flavor Bliss, Fit Point Thrift Shop di Karang Tengah Tangerang, dan khusus untuk sepatu vintage tersedia di Sorak Store di Ciputat Tangerang. 

  • Sewa Fashion

Untuk menghindari kebiasaan konsumsi berlebihan, orang kini dapat menyewa pakaian untuk kebutuhan sehari-hari dan acara khusus dari platform penyewaan online yang terpercaya. Di Indonesia, industri penyewaan telah berkembang di mana beberapa platform menawarkan penyewaan pakaian untuk acara tertentu seperti pernikahan, pakaian kantor, dll. Beberapa platform penyewaan yang patut diperiksa tersedia di area Jakarta & Tangerang; www.styletheoryweb.co.id, www.dresscodes.com, dan www.sundari.id/. 

Fashion berkelanjutan bukan hanya tren tetapi evolusi yang diperlukan dalam industri pakaian. Konsumen, desainer, dan merek memiliki peran masing-masing untuk mengubah pandangan dan pendekatan pada fashion, sehingga tercipta dampak positif dan berkelanjutan pada planet dan penghuninya. Dengan memprioritaskan praktik etis, mengurangi dampak lingkungan, dan mengadopsi bahan inovatif, kita dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih bertanggung jawab dan stylish.

Authors

One Comment

Rumaisyah Tanisa Putri, Jul 30, 2025

Gaya mode seperti old money, Y2K, minimalis, datang silih berganti daan turut mempengaruhi estetika masyarakat dan media sosial kita. Masyarakat sangat tertarik mengikuti tren fashion saat ini. Namun, hal yang perlu dicatat adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan fashion berkelanjutan

Leave a Comment