Perkembangan teknologi memang bisa memudahkan pekerjaan kita. Terlebih dengan berkembangnya Open AI dan ChatGPT. Teknologi yang bisa mengubah dunia, di sisi lain memudahkan namun di sisi lainnya mengancam lingkungan yang kita tinggali.

Stanford Institute for Human-Centered Artificial Intelligence memperkirakan penggunaan energi yang besar untuk melatih model AI. Seperti OpenAI’s GPT-3, yang menggerakkan ChatGPT yang terkenal di dunia. Energi yang mereka gunakan bisa menggerakan energi untuk kebutuhan rumah tangga di Amerika Serikat selama ratusan tahun.

Menurut peneliti, proses pembuatan GPT-3 (model AI terbaru hasil pengembangan ChatGPT) yang memiliki 175 miliar parameter. Proses itu menghabiskan listrik sebanyak 11.287 MW jam dan menghasilkan 552 ton CO2. Setara dengan emisi dari 123 mobil berbahan bakar bensin yang digunakan dalam satu tahun. Angka ini, baru berasal dari proses pembuatannya saja, belum digunakan secara massal oleh pengguna seperti sekarang ini.

Ukuran tidak menjadi tolak ukur utama untuk menghitung emisi karbon dari AI. Seperti model AI open access BLOOM yang dikembangkan BigScience project di Prancis, berukuran mirip dengan GPT-3 tapi memiliki jejak karbon jauh lebih rendah. BLOOM hanya menghabiskan listrik 433 megawatt jam dan menghasilkan emisi 30 ton setara CO2.

Banyak faktor yang digunakan untuk menentukan konsumsi energi setiap model. Seperti  jumlah titik data, atau parameter, tempat mereka dilatih dan efisiensi energi pusat data tempat mereka ditempatkan. Terlepas dari perbedaan mencolok dalam konsumsi energi, tiga dari empat model (tidak termasuk DeepMind’s Gopher) dilatih dengan parameter sekitar 175 miliar.

Penggunaan air yang sangat banyak

Sebuah study terbaru menunjukan bahwa penggunaan air dari pusat data yang menggerakan AI chatbot ChatGPT yang digunakan miliaran pengguna seluruh dunia sangatlah tinggi.

Untuk mempertahankan suhu, maka dibutuhkan air pendingin yang dikerahkan dari menara pendingin. Peneliti University if California Riverside memperkirakan kalau rata-rata satu galon air dikonsumsi untuk setiap kilowatt jam di pusat data. Sedangkan sumber air tawar dapat digunakan di pusat data untuk menghindari korosi atau pertumbuhan bakteri.

Peneliti dari University of California Riverside dan University of Texas Arlington menyatakan bahwa pusat data yang mendukung ChatGPT, mengonsumsi 500 ml air untuk satu percakapan yang berisi 20 hingga 50 pertanyaan.

Dalam studi yang dinyatakan oleh UC Riverside tersebut dinyatakan pula bahwa pelatihan model GPT-3 Microsoft membutuhkan jumlah air tawar yang sama dengan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 370 mobil BMW atau 320 Tesla.

Jejak karbon dari Chat GPT

Belum ada data yang valid untuk menghitung jejak karbon dari ChatGPT. Namun untuk menghitung dampak dari platform ini, seseorang harus mempertimbangkan jumlah listrik yang mereka konsumsi dan intensitas karbonnya.

Sedangkan dalam artikel jurnalis sains Sarah DeWeerdt menulis dalam sebuah artikel yang diterbitkan di majalah Anthropocene, chatbot ini membutuhkan energi yang sama dengan konsumsi tahunan 126 rumah di Denmark. Sekaligus menciptakan jejak karbon setara dengan 700 ribu kilometer perjalanan mobil dalam satu sesi latihan kecerdasan buatan ini.

Jika dibandingkan dengan perkembangan teknologi lainnya, kripto saat ini jauh lebih memikirkan dampak lingkungan. Setelah menyadari penggunaan listrik yang berlebihan dalam perangkat mining. Karena itu saat ini, koin kripto seperti Ethereum mulai melakukan perubahan dengan menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Mereka memasukkan algoritma konsensus Proof-of-Stake (PoS) yang dianggap sebagai solusi yang lebih hijau, karena tidak melibatkan energi listrik secara berlebihan.

Menurut Massachusetts Institute of Technology (MIT) Proof of Stake mampu memangkas konsumsi energi sampai 99,5%. Ini jauh lebih rendah daripada Bitcoin yang menggunakan listrik dalam jumlah besar, dengan klaim lebih besar dari konsumsi listrik negara Finlandia pada tahun 2021.

Kita bisa belajar, bahwa perkembangan teknologi yang saat ini memudahkan manusia, juga tetap harus dibarengi dengan solusi untuk tidak memberikan ancaman terhadap lingkungan.

2 Comments

salam, Aug 04, 2023

Artikelnya terkait chatgpt yang menjadi ancaman bermanfaat sekali. Teknologi yang berkembang di era digital akan membuka peluang merasakan pengalaman imersif yang mendalam. VR museum merupakan pengalaman interaktif 3D yang memungkinkan pengunjung menjelajahi koleksi seni, sejarah, dan budaya dari seluruh dunia melalui teknologi VR.

amaterasublog, Oct 31, 2023

Ulasan yang sangat menarik terkait ChatGPT. Meskipun ChatGPT masih banyak kekurangannya, tetapi menurutku sejauh ini fitur dan fungsinya oke banget….

Leave a Comment