Peralatan dapur merupakan bagian peralatan rumah tangga yang banyak mengonsumsi listrik, seperti kulkas, rice cooker, microwave, dispenser, oven, food processor, air frying, blender, dan lain-lain. SKEM dan label hemat energi tidak hanya untuk AC, tetapi juga untuk peralatan dapur seperti kulkas dan penanak nasi yang dimulai tahun 2021 melalui Keputusan Menteri ESDM No.113 dan 115.
Kulkas sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendinginkan bahan makanan atau menyimpan sejenak makanan supaya lebih awet dilakukan pendinginan. Sama juga halnya dengan AC, kulkas hemat energi menggunakan kompresor inverter. Peran utama kompresor adalah untuk membantu mendinginkan dan mengatur suhu di dalam kulkas. Kompresor juga bisa membantu menghilangkan panas di dalam kulkas sehingga makanan yang tersimpan seperti sayuran, minuman, hingga buah-buahan akan tetap segar dan tahan lebih lama. Kompresor inverter digital pada lemari es modern, bekerja secara dinamis sesuai dengan kebutuhan. Kompresor tersebut bisa melambat atau sebaliknya, tergantung kebutuhan pendinginan di dalam kulkas.
Masyarakat Indonesia senang memakan nasi, bahkan ada ungkapan kalau belum makan nasi berarti belum dinamakan makan. Di zaman modern ini, penanak nasi atau sering disebut rice cooker adalah alat untuk memasak beras menjadi nasi secara otomatis dan tidak membutuhkan waktu hingga berjam-jam. Penggunaan listrik untuk menanak nasi sangat besar sekitar 300 – 400 Watt, sedangkan jika dalam mode penghangat hanya sekitar 50 – 60 Watt. Penanak nasi sederhana umumnya digunakan untuk menyiapkan nasi dan otomatis pindah ke mode penghangat pada akhir memasak. Penanak nasi modern menggunakan mikroprosesor untuk mengontrol proses memasak dan menggabungkan pengatur waktu yang dapat digunakan untuk mengatur waktu mulai memasak yang diinginkan dan memiliki mode memasak yang berbeda untuk memudahkan dalam memasak berbagai bentuk nasi (nasi yang digiling dengan baik, beras yang digiling sebagian, nasi bubur, beras merah berkecambah, beras merah dll). Beberapa penanak nasi modern dilengkapi dengan sistem pemanas induksi (Induction Heating-IH) yang dikenal sebagai rice cooker low watt. Teknologi pemanas induksi menanak nasi secara merata dan menggunakan inverter untuk mengatur tingkat pemanasan.
Microwave kini telah menjadi alat yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas memasak kamu di rumah. Hampir di setiap sudut dapur rumah pasti tersedia microwave. Sebagaimana peralatan elektronik lainnya, beban biaya listrik pasti bertambah dengan digunakannya microwave untuk memasak. Microwave biasa berfungsi untuk menghangatkan dan memanaskan makanan ataupun untuk mencairkan makanan beku.
Grill Microwave dapat digunakan untuk memanggang makanan. Convection Microwave memiliki fitur yang dapat menghembuskan udara yang bisa menjaga suhu panas didalam microwave agar tetap merata. Microwave ini cocok untuk jenis makanan renyah. Dalam memilih microwave, perlu dilihat high watt dan low watt-nya. High watt adalah daya yang dibutuhkan untuk pengoperasian microwave sejak awal, sedangkan low watt adalah daya yang dibutuhkan microwave untuk memanaskan maupun memanggang makanan beberapa waktu setelah dihidupkan. Microwave yang baik punya perbedaan yang jauh antara high watt dan low watt. Baiknya perbedaan high watt dan low watt sekitar 60%. Perbedaan daya saat awal dioperasikan dengan beberapa waktu setelahnya itu menurut Sandy menyumbang perbedaan yang signifikan dalam konsumsi listrik. Biasanya 3 menit setelah dinyalakan, daya yang dibutuhkan akan turun. Microwave bekerja dengan cara memancarkan energi gelombang elektromagnetik yang langsung menembus tempat makanan tanpa harus memanaskan tempat makanannya. Sehingga makanan menjadi lebih cepat matang. Konsumsi listrik oleh microwave memang besar, sehingga perlu dipilih microwave hemat energi. Jika tidak sedang digunakan, Anda dapat melepaskan kabel peralatan dari stop kontak untuk mengurangi beban biaya listrik. Selain itu, Anda juga dapat mengganti peralatan dapur dengan teknologi terkini yang hemat energi.
