
Laporan Climate Transparency 2021, yang sebelumnya dikenal sebagai laporan Brown to Green, memberikan gambaran menyeluruh tentang semua negara G20, apakah – dan seberapa baik –

Kajian ini bertujuan untuk menyediakan metodologi dan estimasi yang komprehensif tentang potensi energi terbarukan di Indonesia. Sumber daya energi yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Saat ini, transisi menuju sistem energi yang modern, dapat diandalkan, dan lebih rendah karbon sedang berlangsung secara global. Setidaknya terdapat dua faktor pendorong utama dalam

IESR melakukan analisa awal potensi energi surya di Bali untuk bangunan pemerintah dan publik, hotel di kawasan Nusa Dua dan Kuta, serta menggali intensi dan

Indonesia sedang mempertimbangkan bagaimana mengurangi emisi gas rumah kaca yang terus meningkat. Moratorium pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) baru menjadi pertanda baik bagi pertumbuhan

Pengadaan solar skala besar di Indonesia selama ini berukuran kecil, tersebar, jarang, dan biasanya dilakukan dalam lelang putus/individual, yang memberikan sinyal buruk bagi investor atau

Laporan ini memiliki dua tujuan. Pertama, memberikan wawasan dan meningkatkan kesadaran kepada para pemangku kepentingan terkait, terutama pembuat kebijakan dan lembaga keuangan, tentang risiko yang

Apakah Indonesia dapat sepenuhnya mengandalkan Energi Terbarukan sebagai sumber energi? Bagaimana jika seluruh negeri dari Sabang sampai Merauke saling berhubungan? IESR, Agora Energiewende, dan LUT

Beberapa tahun terakhir, pemerintah semakin gencar mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) sebagai salah satu alternatif utama terhadap bahan bakar minyak. Pemanfaatan BBN ini diharapkan
