(Selasa, 27/02/2024) Petang itu, Deru air saling berpagutan di jalur Sungai Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Aliran air tersebut mengalir cukup deras. Curah hujan yang cukup tinggi menjadi alasan tingginya aliran debit air di Sungai Cimaja. Terlihat jalinan tali besi yang dirangkai sepanjang kurang lebih 2 meter dan dipenuhi dengan sampah plastik dan sampah tumbuhan yang berfungsi menjadi bendungan darurat atau “Tanggul Sampah” masyarakat desa ciptagelar, keadaan yang cukup memprihatinkan memang, namun inisiatif ini yang bisa diwujudkan warga, mengingat bendungan utama Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Desa Ciptarasa jebol sejak bulan November, Tahun 2020 silam.   

Kang Chakra, Sekertaris Desa Ciptarasa sedang memeriksa kondisi “Tanggul Sampah”, yang menjadi pengalir arus air utama ke PLTMH Ciptarasa sejak Bendungan Utamanya jebol. 

PLTMH Desa Ciptarasa dalam keadaan optimalnya bisa menghasilkan setidaknya 85 kWh listrik dapat menerangi sekitar 200 rumah di Desa Adat Ciptarasa. Mayoritas dalam rumah warga hanya menggunakan 1 lampu dan 1 hp sehingga daya kegunaan listrik yang dipakai sangatlah sedikit. Penghematan pun bisa terjadi dengan sangat maksimal. 

 

BENDUNGAN JEBOL 

Riyan Nurrahman, Campaigner Generasi Energi Bersih berdiri disisi Bendungan Utama PLTMH Desa Ciptarasa yang jebol tersapu arus banjir. Kondisi ini membuat aliran air ke PLTMH Ciptarasa tidak maksimal dan seringkali 

 

Jebol pada bendungan utama PLTMH Ciptarasa terjadi sangat parah, mengakibatkan sekitar 80% aliran air tidak bisa masuk kedalam bendungan. Sehingga putaran turbin di PLTMH juga tidak maksimal. Akibatnya PLTMH ini sering kekurangan sumber daya air dan aliran listrik yang dihasilkan menjadi tidak handal atau sering mengalami penurunan aliran listrik. 

 

LISTRIK MURAH 

Namun demikian sekitar 200 KK warga Desa Adat Ciptarasa yang menikmati listrik energi bersih dari PLTMH Ciptarasa hanya membayar sebesar 20.000 – 100.000 tergantung dari jumlah peralatan listrik terpasang dirumah mereka. Jumlah pengeluaran ini sangatlah murah dibandingkan harus bergantung pada aliran listrik PLN yang perkWhnya lebih mahal.  

 

PEKERJAAN WARGA 

Seorang Warga Desa Ciptarasa memperbaiki wadah beras yang sudah rusak. Biasanya warga desa ciptarasa sehari – hari menjual anyaman yang menjadi wadah beras ini seharga 40.000 – 60.000 per itemnya

 

Selain menjadi pengrajin anyaman, pekerjaan warga Desa Ciptarasa kebanyakan adalah menjadi penyadur gula aren. Getah pohon aren di tampung selama sehari dan di masak hingga kering dan menjadi gula aren. Per KG nya dijual dengan harga 15.000. Perekonomian warga hanya berfokus pada kehidupan sehari – hari untuk membeli kebutuhan pangan. Banyak warga desa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dari SMP. Keadaan ini mempersulit ketahanan ekonomi warga. Akibatnya swadaya iuran untuk memperbaiki bendungan tidak bisa dilakukan karena kondisi ekonomi warga yang tidak memungkinkan.

Author

Leave a Comment