
Selasa, 25 Juni 2024. Sebagai warisan budaya, batik telah dikenal lama diberbagai Indonesia, salah satunya Yogyakarta. Beberapa daerah di Yogyakarta penghasil batik yaitu, kampung batik giriloyo Bantul, kampung batik ngasem, sentra batik lendah kulonprogo, dan sentra batik plalangan sleman. Umumnya pengerajin batik di Yogyakarta sudah menggunakan warna kain dari bahan alami selain untuk menambah nilai, namun juga untuk kelestarian lingkungan.
Produksi batik yang ada di Yogyakarta tersebar dalam bentuk Industri Kecil hingga Menengah sehingga memiliki keunikan yang sangat bervariasi, termasuk batik ecoprint yang hampir semua bahannya menggunakan material ramah lingkungan. Selain bahannya yang ramah lingkungan, proses pembuatannya pun berpotensi dalam pengurangan emisi karena limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan. Berangkat dari pengetahuan akan potensi ini maka Generasi Energi Bersih Yogyakarta atau biasa disebut Gen-B Yogyakrta menginisiasi pelatihan batik ecoprint bersama Omah Dongaji Batik Yogyakarta sebagai narasumber untuk memberikan edukasi pada masyarakat akan opsi terbaik lingkungan yang berkelanjutan.
Generasi Energi Bersih sendiri merupakan suatu gerakan masyarakat dengan nilai utama inklusif, berdasarkan sains, dan mengupayakan aksi nyata untuk bergerak bersama mengurangi emisi di Indonesia. Gen-B bekerjasama dengan IESR dalam penyebarluasan pemahaman tentang transisi energi di Indonesia dan perubahan perilaku dalam mengkonsumsi energi hingga beralih ke sumber-sumber energi yang lebih bersih dari emisi. Inklusivitas dan keterbukaan menjadi nilai prioritas dalam komunitas ini dengan menyediakan pembelajaran dasar bagi relawan yang belum memiliki landasan pengetahuan awal tentang transisi energi. Komunitas ini juga melakukan kolaborasi dengan berbagai lembaga dan organisasi masyarakat lainnya.

Pelatihan yang kami lakukan juga merupakan bentuk kolaborasi yang didukung oleh Omah Dongaji Batik sebagai penyedia tempat dan fasilitas. Peserta yang mengikuti pelatihan terdiri dari para pengerajin batik, putra/putri daerah hingga masyarakat umum. Pelatihan dipandu oleh bapak Nurohmad sebagai pemilik Dongaji Batik dengan pesan dan kesan yang disampaikan di akhir acara “Acara ini sangat menarik, karena menjadi pintu masuk perilaku kita dalam menjaga lingkungan dengan pola pilah sampah hingga muncul kreativirtas. Harapannya, Generasi Bersih Yogyakarta dapat terus menebar kebermanfaatan bagi masyarakat dan lingkungan khususnya Yogyakarta”

Perwakilan Duta Bahasa Yogyakarta juga menyampaikan kesan dan pesannya “Acara ini sangat menyenangkan, harapannya masyarakat Yogyakarta bisa mengenal Dongaji Batik dan berkunjung ke workshop Dongaji bukan sekedar datang melihat, tetapi juga mencoba belajar membuat batik dengan metode ecoprint dan untuk anak muda sekarang jagalah lingkungan kalian, karena kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi yang akan menjaga”. Serta kesan dari perwakilan Putri Hijab Indonesia “Kegiatan ini sangat asik sekali, saya pribadi baru pertama mencoba membuat batik, pesannya semoga dengan adanya Dongaji yang dijembatani oleh Gen-B Yogyakarta kita semua dapat lebih mengenal batik”.
Menutup acara pelatihan ini Gen-B Yogyakarta juga memberikan informasi bahwasannya. Gen-B Yogyakarta aktif merekrut siapapun yang tertarik untuk bergabung atau ingin berkontribusi bagi lingkungan Yogyakarta yang lebih baik lagi dan bisa mengikuti Instagram @genb.yogyakarta agar tidak tertinggal informasi terbarunya.
